Tes Kampus untuk RT/RW: Gagasan Mewah, di Realitas Jadi Masalah

- Redaksi

Kamis, 4 Desember 2025 - 17:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Oleh: Muhamad Zen – Pemerhati Kebijakan Publik

RENCANA Wali Kota Pangkalpinang yang ingin melibatkan perguruan tinggi untuk mengetes calon RT dan RW belakangan membuat banyak warga bertanya-tanya. Di atas kertas, gagasan ini terlihat keren dan modern. Tapi ketika dibawa ke kehidupan nyata, banyak hal yang justru terasa tidak pas.

Pertanyaan pertama yang harus dijawab sederhana saja: RT/RW itu bekerja untuk siapa? Untuk wali kota atau untuk warganya?

Kalau ini seleksi kepala dinas, melibatkan kampus sebagai tim penilai masih bisa dipahami. Mereka bekerja langsung di bawah pemerintah kota. Meski begitu, hasil seleksi tim ahli tetap hanya bersifat rekomendasi, dan keputusan akhirnya tetap di tangan wali kota.

Baca Juga :  Kasus Sewa Kios Pasar Bergulir, Suprapto Dikabarkan Dipanggil Lagi, Lalu Muzayyin Kapan?

Tapi RT/RW berbeda. RT/RW adalah pemimpin lingkungan. Mereka dipilih warga, bekerja untuk warga, dan dekat dengan warga. Mereka menjadi tempat mengadu, tempat meminta solusi cepat, teman diskusi, bahkan keluarga kedua bagi banyak orang. Semua itu tidak bisa diukur dari tes pilihan ganda.

Di sinilah masalahnya muncul.
Bagaimana kalau kampus meloloskan calon yang justru tidak diinginkan warga?
Masihkah itu bisa disebut demokrasi?

Wali kota perlu menjelaskan dengan jujur:
Apakah kampus dilibatkan untuk memperbaiki proses pemilihan, atau untuk menentukan siapa yang dianggap “paling berkualitas” menurut versi kampus?

Kalau tujuannya memilih RT/RW versi akademik, di situlah letak kekeliruannya. Kualitas pemimpin lingkungan tidak diukur dari nilai ujian, tetapi dari pengalaman bersosial, ketulusan, kepedulian, dan kedekatan dengan warga.

Baca Juga :  Warga Binaan Lapas Pangkalpinang Berkarya Lewat Cetak Sawah di Kelurahan Binaan

Pertanyaan lain yang juga penting: bagaimana dengan anggaran?
Melibatkan perguruan tinggi tentu membutuhkan biaya. Pemerintah tidak boleh mengeluarkan anggaran yang tidak tercantum dalam APBD dan tanpa persetujuan DPRD. Hal ini harus dibuka secara transparan.

Karena itu, sebelum aturan ini diberlakukan, pemerintah kota wajib menjelaskan ke publik:
Apakah mekanisme baru ini benar-benar memperkuat demokrasi lingkungan, atau malah menjauhkan warga dari hak memilih pemimpin yang mereka percaya?

Kalau niatnya memperbaiki, semua warga pasti mendukung.
Tapi jangan sampai atas nama “perbaikan”, demokrasi justru menjadi semakin jauh dari tangan masyarakat dan kita hanya mengganti masalah lama dengan masalah baru yang lebih rumit.

Follow WhatsApp Channel titahnusa.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MOT RSUD Soekarno Dipersoalkan di Praperadilan, Kuasa Hukum Hendy: Bukan Hilang, Modul Rusak Akibat Banjir
Lapas Pangkalpinang Tegaskan Komitmen Zero Halinar Bersama APH
Praperadilan Alkes MOT Memanas, Kuasa Hukum: Barang Bukan Hilang, Sedang Diperbaiki
Alkes MOT Rusak karena Gedung Banjir, Vendor Malah Jadi Tersangka? Kuasa Hukum Buka Praperadilan
Praperadilan Korupsi Alkes RSUP Babel Memanas, Kuasa Hukum Hendy: Mengapa Vendor Swasta yang Disasar?
Kasus Sewa Kios Pasar Bergulir, Suprapto Dikabarkan Dipanggil Lagi, Lalu Muzayyin Kapan?
Guru Natsir Mengaku Pernah Ilegal, Lalu Bagaimana dengan yang Berlindung di Balik Label Legal?
Heboh Dugaan Timah Belitung ke Bangka, Adit Bantah Truknya Bawa Biji Timah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 12:47 WIB

MOT RSUD Soekarno Dipersoalkan di Praperadilan, Kuasa Hukum Hendy: Bukan Hilang, Modul Rusak Akibat Banjir

Rabu, 16 September 2026 - 09:26 WIB

Lapas Pangkalpinang Tegaskan Komitmen Zero Halinar Bersama APH

Selasa, 15 September 2026 - 13:19 WIB

Praperadilan Alkes MOT Memanas, Kuasa Hukum: Barang Bukan Hilang, Sedang Diperbaiki

Senin, 14 September 2026 - 16:54 WIB

Alkes MOT Rusak karena Gedung Banjir, Vendor Malah Jadi Tersangka? Kuasa Hukum Buka Praperadilan

Senin, 14 September 2026 - 10:25 WIB

Praperadilan Korupsi Alkes RSUP Babel Memanas, Kuasa Hukum Hendy: Mengapa Vendor Swasta yang Disasar?

Berita Terbaru