Redam Ketegangan, FP2T Babel Serukan Persatuan Pasca Insiden 7 Maret

- Redaksi

Rabu, 29 April 2026 - 15:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

PANGKALPINANG | Titahnusa.com — FORUM Pencucian Pasir Tailing (FP2T) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akhirnya angkat bicara terkait insiden yang melibatkan anggota Satlap Tricakti pada 7 Maret 2026 lalu. Dalam pernyataan resminya, FP2T menyampaikan permintaan maaf sekaligus menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak direncanakan maupun terorganisir oleh pihak manapun. Rabu (29/4/2026)

Ketua Umum FP2T Babel, Akhmad Djuarsyah, menyampaikan bahwa insiden tersebut murni terjadi di luar kendali dan tidak mencerminkan sikap kolektif organisasi maupun masyarakat yang tergabung di dalamnya.

“Kami memohon maaf kepada anggota Satlap Tricakti atas kejadian yang terjadi. Itu bukan sesuatu yang dirancang atau diorganisir. Kami berharap semua pihak dapat melihat ini secara jernih,” ujar Akhmad saat menggelar jumpa pers di salah satu warkop di Pangkalpinang, Rabu (29/4/2026).

Baca Juga :  Ketua PJS Babel Agus Eko Sampaikan Ucapan Selamat atas Pelantikan Pengurus PWI Bangka Tengah

Lebih lanjut, FP2T menekankan pentingnya menjadikan insiden tersebut sebagai pembelajaran bersama. Mereka mengajak seluruh pihak untuk tidak terjebak dalam konflik berkepanjangan yang berpotensi merugikan banyak pihak, baik secara sosial maupun ekonomi.

Dalam pernyataannya, FP2T juga menyerukan agar masyarakat Bangka Belitung tetap menjaga sikap bijaksana, mengedepankan pikiran positif, serta menghindari tindakan yang dapat memperkeruh suasana.

“Jangan sampai persoalan ini berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Kita semua punya tanggung jawab menjaga daerah ini tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

Tak hanya itu, FP2T turut mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Mereka menilai, persatuan dan rasa persaudaraan yang telah terbangun di Bangka Belitung harus dijaga dengan penuh kesadaran bersama.

Baca Juga :  Guru Natsir Mengaku Pernah Ilegal, Lalu Bagaimana dengan yang Berlindung di Balik Label Legal?

Ajakan untuk menahan diri, mengendalikan emosi, dan menghindari sikap arogansi juga menjadi penekanan utama dalam pernyataan tersebut. FP2T berharap pihak-pihak yang sempat berseteru dapat menurunkan tensi dan memilih jalan dialog yang lebih konstruktif.

Di akhir pernyataannya, FP2T berharap pimpinan Satgas Tricakti dapat menyikapi persoalan ini secara bijaksana dan proporsional, serta membuka ruang pemahaman demi mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

“Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Menjaga Bangka Belitung tetap damai bukan hanya tugas satu pihak, tetapi kewajiban seluruh elemen masyarakat,” tutup Akhmad. (KBO Babel)

Follow WhatsApp Channel titahnusa.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MOT RSUD Soekarno Dipersoalkan di Praperadilan, Kuasa Hukum Hendy: Bukan Hilang, Modul Rusak Akibat Banjir
Guru Natsir Mengaku Pernah Ilegal, Lalu Bagaimana dengan yang Berlindung di Balik Label Legal?
Kepala UPT Sudah Diperiksa, Kini Bendahara Pasar Pangkalpinang Dikabarkan Menyusul
TOPAN-RI Tantang Bea Cukai Buka-bukaan Soal Gudang Tuatunu: Dari Jumlah Rokok hingga Status Perkara
Bukan Sekadar GBT! ALMASTER Desak Tricakti Buka Terang Barang Hasil Pengamanan, Gudang Titindo Kini Disorot
Rokok Ilegal Makin Marak di Babel, Benarkah Ada “Koordinasi” di Balik Pembiaran?
RUU Perampasan Aset dan Janji 15 Desember: Saat DPR Mempertaruhkan Marwahnya (Opini)
Ketua PJS Babel Agus Eko Sampaikan Ucapan Selamat atas Pelantikan Pengurus PWI Bangka Tengah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 12:47 WIB

MOT RSUD Soekarno Dipersoalkan di Praperadilan, Kuasa Hukum Hendy: Bukan Hilang, Modul Rusak Akibat Banjir

Sabtu, 12 September 2026 - 18:48 WIB

Guru Natsir Mengaku Pernah Ilegal, Lalu Bagaimana dengan yang Berlindung di Balik Label Legal?

Rabu, 9 September 2026 - 12:13 WIB

Kepala UPT Sudah Diperiksa, Kini Bendahara Pasar Pangkalpinang Dikabarkan Menyusul

Selasa, 1 September 2026 - 15:41 WIB

TOPAN-RI Tantang Bea Cukai Buka-bukaan Soal Gudang Tuatunu: Dari Jumlah Rokok hingga Status Perkara

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Bukan Sekadar GBT! ALMASTER Desak Tricakti Buka Terang Barang Hasil Pengamanan, Gudang Titindo Kini Disorot

Berita Terbaru