PANGKALPINANG | titahnusa.com —- WAKIL Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari Fraksi Gerindra, Beliadi, S.IP, menilai aksi besar ribuan penambang rakyat di depan Kantor Pusat PT Timah Tbk, Senin (6/10/2025), merupakan bentuk kegelisahan masyarakat akibat ketidakpastian dalam bekerja dan lemahnya keberpihakan pemerintah terhadap sektor tambang rakyat.
“Aksi hari ini keren, kompak, dan apa yang dituntut sudah direspons. Saya berharap PT Timah benar-benar komitmen dengan janji yang sudah disampaikan,” ujar Beliadi kepada titahnusa.com.
Tamparan bagi Pemerintah Daerah
Menurut Beliadi, peristiwa ini harus menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, serta DPRD dan DPR RI asal Babel. Ia menilai selama ini banyak pejabat yang belum sungguh-sungguh membela kepentingan rakyat di sektor pertimahan.
“Sektor timah menopang hidup 50 hingga 60 persen penduduk Babel. Namun pemerintah daerah tidak serius memperjuangkan nasib mereka mulai dari harga jual yang tidak manusiawi hingga tidak adanya advokasi untuk melindungi masyarakat penambang,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kenyataan bahwa para penambang rakyat sering kali justru dikejar aparat penegak hukum karena dianggap ilegal.
“Padahal kalau saja pemerintah hadir, mereka justru bisa dilindungi dan dibimbing agar bekerja dengan aman dan sesuai aturan,” tambahnya.
Harap PT Timah Konsisten dengan Komitmen
Beliadi menegaskan, hal terpenting setelah aksi ini adalah memastikan PT Timah Tbk benar-benar menjalankan komitmen yang disampaikan langsung oleh direksi di hadapan para pengunjuk rasa.
“Pernyataan Dirut PT Timah sudah menjadi harapan baru bagi rakyat. Sekarang tinggal bagaimana perusahaan menepati janjinya,” ujarnya.
Imbauan agar Tak Ada Kriminalisasi
Terkait potensi tindak lanjut pasca aksi, Beliadi meminta agar aparat penegak hukum, pemerintah dan PT Timah tidak melakukan langkah represif terhadap masyarakat yang ikut dalam demonstrasi.
“Saya berharap tidak ada proses hukum terhadap peserta aksi. Mereka datang bukan untuk membuat rusuh, tapi karena gelisah dan ingin kepastian hidup. Banyak dari mereka yang tidak mengerti hukum, sehingga perlu dibimbing, bukan ditakuti,” katanya.
Apresiasi untuk Kapolda Babel
Dalam kesempatan itu, Beliadi juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol Hendro Pandowo dan seluruh jajaran yang telah menunjukkan sikap profesional selama mengawal aksi.
“Saya salut dengan Pak Kapolda dan jajarannya. Mereka sangat sabar dan tidak reaktif, bahkan Pak Kapolda sendiri turun langsung ke tengah massa untuk menenangkan situasi. Itu luar biasa,” ungkapnya.
Aksi Damai, Suara Rakyat yang Harus Didengar
Beliadi menegaskan, aksi para penambang rakyat hendaknya tidak dilihat sebagai bentuk perlawanan, melainkan sebagai jeritan rakyat yang butuh kepastian hidup.
“Ini bukan tentang anarkisme, tapi tentang kegelisahan masyarakat yang selama ini berjuang sendiri tanpa arah dan tanpa perlindungan. Pemerintah dan PT Timah harus hadir menjawab kegelisahan itu,” pungkasnya.
@Zen Adebi.













Komentar