PANGKALPINANG | Titahnusa.com — RATUSAN dokter dan tenaga kesehatan (nakes) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar aksi damai di depan Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Kamis (4/11). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap dr. Ratna Setia Asih yang tengah menghadapi dugaan kriminalisasi profesi kedokteran.
Peserta aksi berasal dari berbagai organisasi profesi, di antaranya Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), serta Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Aksi damai tersebut bertepatan dengan sidang perdana kasus dr. Ratna Setia Asih yang dikenakan sangkaan Pasal 440 Undang-Undang Kesehatan. Para dokter tampak membawa spanduk bertuliskan seruan untuk menghentikan kriminalisasi tenaga medis.
Di lokasi aksi, sejumlah tokoh organisasi profesi terlihat hadir, di antaranya Ketua IDI Wilayah Babel dr. Arinal Pahlevi, Ketua IDI Kota Pangkalpinang dr. Eva Lestari, serta Ketua IDAI Babel dr. Helfiani, Sp.A. Dari tingkat nasional hadir DR. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Ketua Umum PP IDAI, dan Prof. Dr. dr. Aryono Hendarto, Sp.A, MPH, S.H, MH, Ketua BP2A IDAI.

Dalam wawancara dengan media, Ketua Umum IDAI menyoroti sejumlah kejanggalan proses yang berujung pada penetapan dr. Ratna sebagai tersangka. Ia menilai kasus ini harus diprotes keras karena berpotensi menimbulkan dampak berbahaya berupa munculnya defensive medicine, yakni kondisi ketika dokter lebih mengutamakan keselamatan dirinya sendiri sehingga cenderung menghindari menangani pasien gawat darurat.
“Hal ini sangat mengancam keselamatan pasien anak dan masyarakat, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan tenaga dokter,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa profesi dokter adalah proses ikhtiar. “Dokter itu berusaha untuk mengobati, bukan menyembuhkan. Yang menyembuhkan itu hanya Allah. Tidak ada dokter yang berniat membahayakan atau membunuh pasiennya. Upaya pengobatan adalah ikhtiar, bukan kontrak untuk sembuh,” tegasnya.
Kehadiran ratusan dokter dari berbagai kabupaten/kota di Bangka Belitung menunjukkan menguatnya dukungan untuk dr. Ratna. Aksi ini sekaligus menjadi pesan tegas kepada para pemangku kebijakan bahwa tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam menyelamatkan nyawa pasien, bukan pihak yang layak dipidanakan ketika bekerja sesuai standar profesi@Zen Adebi.













Komentar