Kominfo Bukan Sekadar Jabatan, Tapi Wajah Pemerintah di Ruang Publik

- Redaksi

Kamis, 30 April 2026 - 18:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Oleh: Muhamad Zen — Wartawan & Pemerhati Kebijakan Publik Bangka Belitung

PENUNJUKKAN Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Pangkalpinang bukanlah sekadar pengisian jabatan struktural biasa. Posisi ini sangat krusial, bahkan bisa dikatakan sebagai wajah pemerintah di ruang publik. Salah penempatan bukan hanya berdampak pada internal birokrasi, tetapi juga berimbas langsung pada kualitas komunikasi pemerintah dengan masyarakat dan hubungan kemitraan dengan media.

Di era keterbukaan informasi, Kominfo tidak lagi sekadar mengurus dokumentasi atau publikasi seremonial. Lebih dari itu, ia menjadi jembatan utama antara pemerintah dan publik, sekaligus garda terdepan dalam membangun kepercayaan masyarakat. Karena itu, pengisian jabatan ini harus berbasis kompetensi, bukan sekadar pertimbangan administratif atau kedekatan.

Kominfo dan Relasi Strategis dengan Media

Salah satu fungsi vital Kominfo adalah membangun komunikasi yang sehat, terbuka, dan profesional dengan insan pers. Media bukan hanya mitra publikasi, tetapi juga bagian dari ekosistem demokrasi yang menjalankan fungsi kontrol sosial.

Ketika komunikasi tidak terbangun dengan baik, dampaknya nyata:

– arus informasi tersendat

– publikasi kegiatan pemerintah tidak maksimal

– potensi kesalahpahaman meningkat

– hubungan dengan media menjadi kurang harmonis.

Padahal, hubungan yang kuat dan profesional dengan media akan memperkuat citra pemerintah, selama dibangun di atas prinsip keterbukaan dan saling menghormati.

Kepemimpinan Internal Menjadi Kunci

Baca Juga :  Perpres 79/2026 Terbit, PT Timah Klaim Babak Baru Tata Kelola Pertambangan di Babel

Selain kemampuan komunikasi eksternal, Kepala Dinas Kominfo juga harus memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat di internal.

Ia dituntut mampu:

– mengayomi staf dan bawahannya

– membangun kerja tim yang solid

– menciptakan suasana kerja yang sehat dan produktif

– memastikan kinerja berjalan tanpa tekanan yang tidak perlu.

Birokrasi yang bekerja dalam tekanan cenderung melahirkan komunikasi yang kaku dan tidak efektif. Sebaliknya, lingkungan kerja yang kondusif akan mendorong kreativitas dan responsivitas dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Rumor yang Berkembang Sinyal yang Perlu Dibaca

Di tengah dinamika yang berkembang, kini mulai terdengar sebagai konsumsi publik Beredar bisik-bisik bahwa jika penempatan Kepala Dinas tidak tepat, sebagian aparatur bahkan mempertimbangkan untuk mencari penugasan di tempat lain.

Rumor ini tentu tidak muncul tanpa sebab. Beban kerja yang bersinggungan langsung dengan dinamika hubungan media, ditambah potensi ketidaksejalanan arah kebijakan dengan pimpinan, disebut-sebut dapat menciptakan tekanan tersendiri bagi staf.

Dalam situasi seperti itu, sebagian memilih bersikap realistis: mencari ruang kerja yang lebih kondusif daripada bertahan dalam ritme yang tidak sejalan.

Meski belum tentu menjadi sikap resmi, sinyal-sinyal ini patut dibaca sebagai indikator penting bahwa penempatan pimpinan di sektor strategis seperti Kominfo bukan hanya soal jabatan, tetapi juga menyangkut kenyamanan kerja, soliditas tim, dan efektivitas komunikasi publik.

Baca Juga :  Mutasi Polri Kembali Bergulir, 4 Pejabat Utama Polda Babel Berganti

Risiko Salah Penempatan

Penempatan yang tidak tepat pada posisi strategis seperti Kominfo berpotensi menimbulkan dampak berantai:

– publikasi pemerintah tidak berjalan optimal

– informasi tidak tersampaikan dengan baik

– hubungan dengan media terganggu

– kepercayaan publik berpotensi menurun.

Kesalahan dalam konteks ini bukan sekadar administratif, tetapi dapat berdampak langsung pada citra dan kinerja pemerintahan.

Tanggung Jawab Wali Kota

Wali Kota Pangkalpinang memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa jabatan Kepala Dinas Kominfo diisi oleh sosok yang memiliki kapasitas di bidang komunikasi, manajemen informasi, dan kepemimpinan.

Keputusan ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bagian dari strategi komunikasi pemerintahan ke depan.

Penempatan yang tepat akan:

– memperkuat transparansi

– meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik

– membangun hubungan yang sehat dengan media

– serta memperkuat kepercayaan masyarakat.

Penutup

Kominfo bukan hanya dinas teknis, tetapi simpul utama komunikasi pemerintahan. Di tangan yang tepat, ia bisa menjadi penguat kepercayaan publik. Namun di tangan yang keliru, ia berpotensi menjadi sumber persoalan baru.

Karena itu, publik menaruh harapan agar Wali Kota Pangkalpinang benar-benar cermat dan objektif dalam menentukan figur yang akan memimpin Dinas Kominfo.

Sebab pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan sekadar jabatan, melainkan kualitas komunikasi antara pemerintah dan rakyatnya.

Follow WhatsApp Channel titahnusa.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Praperadilan Alkes MOT Memanas, Kuasa Hukum: Barang Bukan Hilang, Sedang Diperbaiki
Alkes MOT Rusak karena Gedung Banjir, Vendor Malah Jadi Tersangka? Kuasa Hukum Buka Praperadilan
Praperadilan Korupsi Alkes RSUP Babel Memanas, Kuasa Hukum Hendy: Mengapa Vendor Swasta yang Disasar?
Kasus Sewa Kios Pasar Bergulir, Suprapto Dikabarkan Dipanggil Lagi, Lalu Muzayyin Kapan?
Guru Natsir Mengaku Pernah Ilegal, Lalu Bagaimana dengan yang Berlindung di Balik Label Legal?
Heboh Dugaan Timah Belitung ke Bangka, Adit Bantah Truknya Bawa Biji Timah
Sewa Kios Dibayar, Tapi Masih Tercatat Menunggak, Nama Muzayyin Disorot
BWS Babel Diuji Transparansinya, TitahNusa.com Siapkan Sengketa Informasi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:19 WIB

Praperadilan Alkes MOT Memanas, Kuasa Hukum: Barang Bukan Hilang, Sedang Diperbaiki

Senin, 14 September 2026 - 16:54 WIB

Alkes MOT Rusak karena Gedung Banjir, Vendor Malah Jadi Tersangka? Kuasa Hukum Buka Praperadilan

Senin, 14 September 2026 - 10:25 WIB

Praperadilan Korupsi Alkes RSUP Babel Memanas, Kuasa Hukum Hendy: Mengapa Vendor Swasta yang Disasar?

Minggu, 13 September 2026 - 11:59 WIB

Kasus Sewa Kios Pasar Bergulir, Suprapto Dikabarkan Dipanggil Lagi, Lalu Muzayyin Kapan?

Sabtu, 12 September 2026 - 18:48 WIB

Guru Natsir Mengaku Pernah Ilegal, Lalu Bagaimana dengan yang Berlindung di Balik Label Legal?

Berita Terbaru