PANGKALPINANG | Titahnusa.com – SOROTAN terhadap kedisiplinan anggota DPRD Kota Pangkalpinang mendapat respons dari Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Pangkalpinang, Belia Murantika.
Menanggapi pemberitaan TitahNusa.com terkait sejumlah anggota dewan yang disebut jarang menghadiri rapat kedewanan, Belia menyampaikan apresiasi atas kritik dan masukan yang disampaikan kepada lembaga legislatif tersebut.
Ia mengatakan, BK akan melakukan pengecekan dan peninjauan terhadap kegiatan anggota dewan berdasarkan agenda yang telah dijadwalkan.
“Menanggapi berita yang abang buat, kami mengucapkan terima kasih atas kritik dan saran terhadap kinerja DPRD Kota Pangkalpinang. Untuk itu, kami BK akan mengecek dan meninjau kegiatan dewan pada agenda yang telah terjadwal,” ujar Belia dalam keterangannya kepada redaksi TitahNusa.com.
Menurut Belia, sejauh ini seluruh anggota DPRD Kota Pangkalpinang selalu berupaya menjaga kedisiplinan dan etika dalam menjalankan tugas.
Ia juga menyebutkan, Ketua DPRD selama ini terus mengingatkan para anggota dewan agar menjaga kedisiplinan dalam mengemban amanah sebagai wakil rakyat.
“Selama ini Ketua DPRD pun selalu mengingatkan kawan-kawan dewan untuk menjaga kedisiplinan dalam mengemban tugas, dan kami bersama telah berkomitmen untuk dapat melaksanakannya,” jelasnya.
Belia menegaskan, pengawasan terhadap kedisiplinan anggota DPRD merupakan bagian penting dari tugas Badan Kehormatan.
Ia berharap, adanya pemberitaan dan kritik dari masyarakat dapat menjadi perhatian bagi seluruh anggota dewan untuk terus menjaga disiplin serta etika dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Redaksi Minta Penjelasan Lebih Lanjut
Namun, redaksi TitahNusa.com tidak berhenti pada tanggapan umum tersebut. Sejumlah pertanyaan lanjutan disampaikan kepada Ketua BK untuk memperoleh penjelasan lebih spesifik mengenai informasi yang menjadi sorotan dalam pemberitaan sebelumnya.
Pertanyaan tersebut antara lain menyangkut informasi adanya tenaga honorer yang direkrut melalui anggota DPRD, tetapi diduga jarang masuk kantor. Redaksi juga meminta tanggapan terkait dugaan adanya oknum anggota dewan yang memberikan perlindungan atau membackup tenaga honorer tersebut ketika mendapat teguran mengenai kedisiplinan.
Selain itu, redaksi turut meminta penjelasan mengenai informasi adanya anggota DPRD yang juga menjabat sebagai ketua partai politik tingkat kota, tetapi diduga jarang mengikuti rapat-rapat kedewanan.
Redaksi mempertanyakan langkah konkret BK apabila informasi tersebut benar terjadi, termasuk bagaimana mekanisme pengawasan dan evaluasi yang akan dilakukan.
Sebagai bentuk keterbukaan informasi publik dan transparansi kinerja lembaga legislatif, redaksi juga meminta kesediaan BK untuk memberikan data absensi kehadiran anggota DPRD dalam rapat-rapat kedewanan selama satu tahun terakhir, sepanjang dapat dibuka sesuai ketentuan yang berlaku.
Data tersebut dinilai penting agar persoalan kedisiplinan tidak hanya menjadi perdebatan berdasarkan informasi yang berkembang, tetapi dapat dilihat secara objektif melalui catatan kehadiran dan agenda kegiatan resmi DPRD.
Hingga berita lanjutan ini diterbitkan, Belia Murantika belum memberikan jawaban atas sejumlah pertanyaan konfirmasi lanjutan tersebut, termasuk permintaan data absensi anggota DPRD.
Redaksi TitahNusa.com tetap membuka ruang bagi Ketua BK, pimpinan DPRD, Sekretariat DPRD, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi.
Pemberitaan ini merupakan bagian dari fungsi pers dalam menjalankan kontrol sosial serta mendorong transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan, tanpa bermaksud mencari-cari kesalahan pihak mana pun.
TitahNusa.com akan terus mengedepankan prinsip praduga tak bersalah, keberimbangan, dan pemenuhan hak jawab dalam setiap pemberitaan
@Zen Adebi.













