PANGKALPINANG | Titahnusa.com — KABAR duka menyelimuti keluarga besar Aliansi Masyarakat Terzolimi (ALMASTER) Bangka Belitung. Salah satu sosok penting dalam perjuangan organisasi, Tommy Chandra, Sekretaris ALMASTER Bangka Belitung, telah berpulang ke Rahmatullah, Kamis 13/8/2026.
Kepergian Tommy Chandra meninggalkan duka yang sangat mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan seperjuangan dan seluruh keluarga besar ALMASTER Babel.
Ketua ALMASTER Bangka Belitung, Muhamad Zen, menyampaikan bahwa kepergian Tommy bukan sekadar kehilangan seorang pengurus organisasi, tetapi kehilangan seorang sahabat dan saudara seperjuangan yang selama ini berdiri bersama masyarakat dan tidak pernah ragu menyuarakan aspirasi rakyat.
“Hari ini kami kehilangan salah satu saudara terbaik kami. Tommy bukan hanya Sekretaris ALMASTER. Bagi kami, dia adalah saudara, sahabat dan teman seperjuangan yang telah berjalan bersama dalam memperjuangkan suara masyarakat,” ungkap Muhamad Zen dengan penuh duka.
Menurut Zen, banyak kenangan perjuangan yang tidak mungkin begitu saja dilupakan. Tommy dikenal sebagai sosok yang berani menyampaikan aspirasi masyarakat dan hadir ketika rakyat membutuhkan suara untuk memperjuangkan hak-haknya.
“Kami pernah duduk bersama, berdiskusi, berbeda pendapat, tertawa dan berjuang bersama. Hari ini semuanya menjadi kenangan. Rasanya begitu cepat saudara kami pergi meninggalkan kami,” ujarnya.
Zen mengaku kepergian Tommy meninggalkan ruang kosong yang tidak mudah untuk diisi.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa keluarga besar ALMASTER akan terus melanjutkan semangat perjuangan yang selama ini telah dibangun bersama almarhum.
“Selamat jalan, saudaraku Tommy. Istirahatlah dengan tenang. Perjuanganmu belum selesai. Semangatmu, keberanianmu dan suara lantangmu untuk masyarakat akan terus kami bawa dan kami lanjutkan. Kami akan mengenangmu bukan hanya sebagai orang yang pernah bersama kami, tetapi sebagai bagian dari perjalanan perjuangan ALMASTER,” tutur Zen.
Mohon Maaf atas Segala Kesalahan Almarhum
Mewakili keluarga besar ALMASTER Bangka Belitung, Muhamad Zen juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, sahabat, kolega, organisasi, maupun pihak-pihak yang pernah berinteraksi dengan almarhum.
“Kami memohon dengan segala kerendahan hati, apabila selama hidup almarhum Tommy Chandra pernah melakukan kesalahan, baik dalam perkataan maupun perbuatan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja, kami mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya,” kata Zen.
Ia juga berharap apabila ada persoalan, utang-piutang, perkataan atau perbuatan almarhum yang mungkin masih menyisakan ketersinggungan, kiranya dapat dimaafkan dan diselesaikan dengan hati yang lapang.
“Kita semua manusia. Tidak ada yang luput dari salah dan khilaf. Hari ini yang bisa kita lakukan adalah mendoakan almarhum. Jika ada salahnya, maafkan. Jika ada kebaikannya, kenang dan doakan,” lanjutnya.
Zen juga mengajak seluruh keluarga besar ALMASTER, sahabat dan masyarakat yang mengenal almarhum untuk bersama-sama mengirimkan doa terbaik.
“Semoga Allah SWT mengampuni seluruh dosa dan khilaf almarhum, menerima amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, memberikan tempat terbaik di sisi-Nya dan menempatkan almarhum bersama orang-orang yang beriman dan beramal saleh,” ucapnya.
Di akhir pernyataannya, Muhamad Zen menyampaikan bahwa kehilangan tersebut akan menjadi bagian dari sejarah perjalanan ALMASTER Bangka Belitung.
“Selamat jalan, Tommy. Kami akan merindukanmu. Terima kasih atas semua perjuangan, persaudaraan dan kebersamaan yang pernah kita lalui. Namamu akan tetap hidup dalam ingatan kami dan semangat perjuanganmu akan kami teruskan,” tutupnya.
Innalillahi wainnailaihi raji’un.
Al-Fatihah.













