Oleh: Muhamad Zen
HARI Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kembali hadir sebagai ruang perenungan. Setelah sebulan penuh menjalani ibadah Ramadan, kita diajak untuk kembali pada fitrah—membersihkan hati, meluruskan niat, dan memperbaiki langkah.
Bagi saya pribadi, Idul Fitri bukan hanya momentum saling memaafkan, tetapi juga saat untuk menata kembali cara berpikir dan cara bertutur. Dalam keseharian mengelola PT Tuah Nusa Media yang menaungi TitahNusa.com dan TuahNews.com, saya menyadari bahwa setiap kata yang dipublikasikan selalu membawa tanggung jawab.
Media memiliki kewajiban menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun lebih dari itu, media juga harus menjaga etika dan merawat bahasa. Kritik perlu disampaikan dengan data yang utuh dan niat yang lurus, bukan dengan prasangka.
Sebagai pendiri sekaligus dalam versi yang sering saya sebut dengan penuh canda “guru besar” Universitas Gunung Maras (UGM), saya selalu teringat satu pelajaran kampus yang agak unik: di UGM kami diajarkan untuk meluruskan yang keliru menjadi benar, sekaligus berani mengatakan bahwa sesuatu yang selama ini dianggap benar, bisa jadi sebenarnya keliru. Tentu ini bukan untuk membingungkan publik, melainkan untuk melatih keberanian berpikir dan kejujuran pada fakta.

Humor kecil itu sering saya bawa dalam cara bertutur. Agar diskusi publik tetap hangat tanpa kehilangan arah, dan kritik tetap terasa sebagai bagian dari kepedulian, bukan perlawanan.
Jika dalam perjalanan ada tulisan yang terasa mengusik ruang nyaman atau mengajak berpikir lebih dalam, semoga dipahami sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk memperbaiki tata kelola dan kebijakan publik. Karena pada akhirnya, tujuan kita bukan mencari siapa yang salah, melainkan memastikan apa yang benar dapat berdiri dengan jernih.
Idul Fitri mengajarkan keseimbangan antara ketegasan dan kelembutan, antara keberanian dan kebijaksanaan. Di situlah media seharusnya berada: menyampaikan fakta dengan jernih, memberi ruang konfirmasi, serta menghadirkan perspektif yang mencerahkan.
Pada hari yang fitri ini, saya secara pribadi dan atas nama keluarga besar PT Tuah Nusa Media menyampaikan permohonan maaf apabila dalam perjalanan terdapat kekurangan, kekhilafan, atau pilihan kata yang kurang berkenan. Kami akan terus belajar, berbenah, dan menjaga kepercayaan.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin.













