Dinas Pendidikan Larang Pungutan Perpisahan, Namun Masih Ada SMP Negeri di Pangkalpinang Bebani Orang Tua Siswa

- Redaksi

Senin, 11 Mei 2026 - 07:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Caption: Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang yang  melarang pihak sekolah melakukan pungutan biaya Perpisahan

Caption: Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang yang melarang pihak sekolah melakukan pungutan biaya Perpisahan

PANGKALPINANG | Titahnusa.com — SEJUMLAH orang tua siswa SMP Negeri di Kota Pangkalpinang mengeluhkan adanya pungutan biaya acara perpisahan sekolah yang dibebankan kepada wali murid dengan nominal yang bervariasi.

Di beberapa sekolah, biaya yang diminta mencapai Rp150 ribu per siswa, bahkan di sekolah lainnya disebut lebih besar dari nominal tersebut. Meski disebut sebagai “sumbangan”, para orang tua menilai pungutan itu pada praktiknya bersifat wajib karena diumumkan secara resmi melalui grup paguyuban sekolah disertai batas waktu pembayaran.

“Kalau memang sekolah tidak punya anggaran, kenapa harus memaksakan mengadakan acara perpisahan. Jangan sampai orang tua yang dibebani,” ujar salah satu wali murid.

Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat saat ini sedang tidak baik-baik saja. Para orang tua juga tengah menghadapi berbagai kebutuhan lain menjelang masuk jenjang SMA, mulai dari biaya seragam, buku hingga perlengkapan sekolah lainnya.

Baca Juga :  Anggota Fraksi Golkar Pangkalpinang Mengaku Tak Dilibatkan dalam Proses Pemberhentian Firman Aghriby Sebagai Tenaga Ahli

“Biaya masuk SMA saja sudah besar, belum kebutuhan lain. Sekarang ditambah lagi biaya perpisahan SMP yang seolah wajib. Ini sangat memberatkan,” keluhnya.

Para wali murid pun mempertanyakan apakah pungutan tersebut telah mendapat persetujuan dari Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang atau murni kebijakan masing-masing sekolah.

Padahal, sebelumnya Dinas Pendidikan disebut telah mengeluarkan surat edaran yang menegaskan agar tidak ada pungutan maupun sumbangan yang memberatkan orang tua siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, Erwandi, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (11/5), menegaskan bahwa pihaknya tidak membenarkan adanya pungutan dalam bentuk apa pun kepada orang tua siswa untuk membiayai pelaksanaan perpisahan peserta didik.

Caption: Erwandi Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang (Sumber Net)

Menurut Erwandi, pihaknya bahkan telah mengeluarkan surat edaran resmi Nomor 800.1.11/380/DIKBUD/IV/2026 yang ditujukan kepada seluruh kepala sekolah SD dan SMP di Kota Pangkalpinang.

Baca Juga :  Dugaan Penipuan Sewa Excavator Sunarwi Petani Simpang Perlang Lapor Polisi

“Dinas Pendidikan tidak pernah mengizinkan pihak sekolah melakukan pungutan uang perpisahan kepada siswa. Jangan buat aturan sendiri. Semua sekolah SD dan SMP di Pangkalpinang harus mematuhi itu,” tegas Erwandi.

Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa kegiatan perpisahan bukanlah kewajiban yang harus dilaksanakan sekolah. Namun apabila tetap dilaksanakan, kegiatan diminta dilakukan secara sederhana dengan memanfaatkan fasilitas sekolah yang tersedia.

Dinas juga secara tegas melarang pelaksanaan acara perpisahan di luar lingkungan sekolah seperti gedung pertemuan, hotel maupun kawasan wisata pantai.

Meski demikian, fakta di lapangan menunjukkan masih adanya sekolah yang melakukan pungutan kepada orang tua siswa untuk kegiatan perpisahan, sehingga memicu keluhan dan keresahan wali murid.

Dalam kesempatan itu, Erwandi juga meminta media agar memberitakan persoalan tersebut agar diketahui seluruh pihak sekolah dan menjadi perhatian bersama@red.

Follow WhatsApp Channel titahnusa.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jumat Keliling di Masjid Baitul Hikmah Mentok, Polres Bangka Barat Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
MUSONG: Madu Langka Hutan Liar Bangka, Mengangkat Potensi Alam dan Kebanggaan Daerah
Jalan Babel Dipakai, Pajak Kendaraan Plat Luar ke Mana?
MA Tolak Kasasi Jaksa, Putusan Bebas dr Ratna Setia Asih Tetap Berlaku
Ketika OPD Sibuk Menghabiskan Anggaran di Akhir Tahun
Saksi MUI Babel Bicara Takdir Kematian di Sidang Aldo, Pertanyaan Medis Picu Adu Argumen Kuasa Hukum
Puluhan Eks Anggota Jamaah Islamiyah Dikumpulkan Densus 88 di Babel, Ini Agendanya
WC Taman Wilhelmina Cuma Satu, Malah Terkunci! Ini Penjelasan DLH Pangkalpinang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Jumat Keliling di Masjid Baitul Hikmah Mentok, Polres Bangka Barat Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:41 WIB

MUSONG: Madu Langka Hutan Liar Bangka, Mengangkat Potensi Alam dan Kebanggaan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Jalan Babel Dipakai, Pajak Kendaraan Plat Luar ke Mana?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:57 WIB

MA Tolak Kasasi Jaksa, Putusan Bebas dr Ratna Setia Asih Tetap Berlaku

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Ketika OPD Sibuk Menghabiskan Anggaran di Akhir Tahun

Berita Terbaru

Uncategorized

Jalan Babel Dipakai, Pajak Kendaraan Plat Luar ke Mana?

Kamis, 29 Okt 2026 - 22:59 WIB