PANGKALPINANG | Titahnusa.com — AKSI dugaan pungutan liar (pungli) berkedok parkir kembali terjadi di Kota Pangkalpinang. Kali ini dialami langsung oleh Ramond, Bendahara LSM TOPAN-RI DPW Bangka Belitung, pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Mayor Safri Rahman atau Jalan Koba, tepatnya tidak jauh dari depan Suwandi Elektronik, Pangkalpinang.
Kepada Titahnusa.com, Ramond menuturkan dirinya saat itu hanya mengantarkan istri dan anak membeli brownies Amanda. Mobil diparkir di halaman toko, bukan di badan jalan.
“Saat itu istri saya turun membeli kue, sementara saya dan anak tetap berada di dalam mobil. Ketika istri selesai belanja dan kami hendak pergi, tiba-tiba ada seseorang meminta uang parkir,” ungkap Ramond.
Ramond mengaku merasa janggal lantaran saat dirinya datang tidak ada seorang pun yang mengatur parkir. Selain itu, pria tersebut juga tidak menggunakan atribut resmi maupun identitas sebagai juru parkir.
“Saya tanya uang apa, katanya uang parkir. Saya tanya lagi apakah resmi atau tidak, malah dijawab ‘resmi tidak resmi itu urusan saya’,” ujarnya.
Karena merasa keberatan, Ramond tidak langsung memberikan uang. Namun situasi mendadak memanas ketika oknum tersebut diduga melakukan tindakan arogan dengan memukul mobil dan membuka pintu tengah kendaraan secara paksa.
“Anak saya yang duduk di bangku tengah langsung kaget dan menangis ketakutan. Istri saya juga trauma. Akhirnya untuk menghindari keributan saya kasih uang sambil pergi,” katanya.
Menurut Ramond, saat dirinya mengatakan akan melaporkan kejadian tersebut, oknum itu justru menantang.
“Saya bilang akan melaporkan kejadian ini, tapi dia malah menjawab ‘saya tunggu di sini’,” tambahnya.
Ramond menilai tindakan tersebut tidak bisa dibiarkan karena berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat dan menjadi bentuk pembiaran terhadap aksi premanisme maupun pungli di ruang publik.
“Kalau ini tidak dilaporkan, saya khawatir kejadian serupa akan menimpa masyarakat lain. Ini tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan pungli dan tindakan tidak menyenangkan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan kota pangkalpinang dan Kapolresta masih diupayakan konfirmasi@Zen Adebi.














Komentar