Panen 231 Kg Semangka! Kompos Produksi Lapas Pangkalpinang Buktikan Pembinaan Tak Sekedar Teori

- Redaksi

Senin, 8 Juni 2026 - 21:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANGKALPINANG | Titahnusa.com – PROGRAM ketahanan pangan yang dijalankan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang kembali membuktikan hasil nyata. Dari lahan seluas sekitar 160 meter persegi, Lapas Pangkalpinang berhasil memanen 231 kilogram semangka dengan memanfaatkan kompos organik hasil produksi sendiri.

Panen yang berlangsung pada Senin (8/6/2026) sore tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian warga binaan tidak hanya sebatas program di atas kertas, tetapi mampu menghasilkan produk pertanian yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Kegiatan panen dihadiri langsung Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, Penanggung Jawab Kantor Berita Online (KBO) Bangka Belitung, Rikky Fermana, Sekretaris KBO Babel Muhamad Zen, serta jajaran Seksi Kegiatan Kerja Lapas Pangkalpinang.

 

 

Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran yang terus berupaya mengoptimalkan sarana dan prasarana yang tersedia.

“Kami tetap bersemangat memberikan yang terbaik bagi pembinaan warga binaan dan terus menghadirkan program-program produktif sehingga manfaat Pemasyarakatan benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Sugeng.

Menurutnya, keterbatasan yang ada tidak menjadi alasan untuk berhenti berinovasi. Justru berbagai program pembinaan terus dikembangkan agar warga binaan memiliki keterampilan dan pengalaman yang bermanfaat saat kembali ke tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, menilai keberhasilan panen tersebut merupakan implementasi nyata Program Ketahanan Pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

“Panen yang diperoleh hari ini menunjukkan hasil yang sangat baik. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penggunaan pupuk nutrisi dan kompos organik yang diproduksi sendiri oleh Lapas Pangkalpinang,” kata Ade.

 

Ia menjelaskan hasil panen akan dipasarkan melalui Seksi Kegiatan Kerja kepada mitra penyedia, Acing Fresh, sesuai kerja sama yang telah berjalan. Sebagian hasil panen juga akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan warga binaan.

“Hasil penjualan panen ini akan dikembalikan untuk mendukung pembinaan, kegiatan kerja, serta kesejahteraan pegawai dan warga binaan melalui koperasi,” tambahnya.

Penanggung Jawab KBO Bangka Belitung, Rikky Fermana, mengapresiasi keterbukaan Lapas Pangkalpinang yang terus menunjukkan berbagai program positif kepada masyarakat.

Menurut Rikky, keberhasilan panen semangka tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan di lingkungan Pemasyarakatan mampu menghasilkan karya nyata yang berdampak positif serta memiliki nilai ekonomi.

Hal senada disampaikan Sekretaris KBO Bangka Belitung, Muhamad Zen. Ia mengaku salut atas dedikasi Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang beserta seluruh jajaran yang mampu menghadirkan program produktif meskipun di tengah berbagai keterbatasan.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kalapas Sugeng Indrawan dan seluruh jajarannya. Dengan segala keterbatasan yang ada, mereka mampu menghadirkan program yang berdampak langsung bagi warga binaan. Ini bukan hanya soal panen semangka, tetapi tentang bagaimana sebuah lembaga mampu membangun harapan, keterampilan, dan kemandirian bagi warga binaan,” ujar Zen.

Menurut Zen, keberhasilan tersebut layak menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lainnya karena menunjukkan bahwa pembinaan yang dikelola dengan serius dapat menghasilkan manfaat nyata bagi warga binaan maupun masyarakat.

“Program seperti ini patut dicontoh. Ketika warga binaan diberikan kesempatan belajar, bekerja, dan menghasilkan sesuatu yang bernilai, maka tujuan Pemasyarakatan untuk membentuk manusia yang lebih baik dapat benar-benar terwujud,” tegasnya.

Melalui pengembangan kompos organik, pemanfaatan lahan produktif, dan pembinaan keterampilan kerja, Lapas Pangkalpinang berharap program ketahanan pangan yang dijalankan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas di masa mendatang@Yolan.

Berita Terkait

BMPBB: GAGALKAN PENYELUNDUPAN 15 TON TIMAH ILEGAL, DESAK APARAT KEJAR BANDAR DAN JEBOL JARINGAN LAMA DI PANGKALBALAM
Aswadi SH Pertanyakan Peran Bang Doi, Minta Ditkrimsus Polda Babel Dalami Dugaan Keterlibatan
Kuasa Hukum Toko Mas Gunung Kawi Buka Suara: Dukung Penyelidikan Polda Babel, Bantah Laporan Neli dan Ungkap Versi Soal Kompensasi
Agung Nugroho Nilai Pemberitaan Terkait Tin Slag Belum Berimbang, Siapkan Langkah Hukum
Kesaksian Neli: Dugaan Emas Tak Sesuai Kadar hingga Proses yang Kini Diselidiki Polda Babel
Resmi! PLTN Masuk RUPTL Nasional, Indonesia Bersiap Menyambut Era Energi Nuklir
Cegah Sengketa Informasi Publik, KI Babel dan BPOM Pangkalpinang Perkuat Sinergi Tata Kelola Informasi
Gerry Detriyadi: Putusan Bebas dr. Ratna Tegaskan Keadilan Dibangun di Atas Fakta, Bukan Tekanan Opini

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:47 WIB

BMPBB: GAGALKAN PENYELUNDUPAN 15 TON TIMAH ILEGAL, DESAK APARAT KEJAR BANDAR DAN JEBOL JARINGAN LAMA DI PANGKALBALAM

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:09 WIB

Aswadi SH Pertanyakan Peran Bang Doi, Minta Ditkrimsus Polda Babel Dalami Dugaan Keterlibatan

Senin, 27 Juli 2026 - 17:53 WIB

Kuasa Hukum Toko Mas Gunung Kawi Buka Suara: Dukung Penyelidikan Polda Babel, Bantah Laporan Neli dan Ungkap Versi Soal Kompensasi

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:47 WIB

Agung Nugroho Nilai Pemberitaan Terkait Tin Slag Belum Berimbang, Siapkan Langkah Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:53 WIB

Kesaksian Neli: Dugaan Emas Tak Sesuai Kadar hingga Proses yang Kini Diselidiki Polda Babel

Berita Terbaru

Bangka Belitung

PENOLAKAN HGU PT GML MENGUAT

Jumat, 31 Jul 2026 - 08:45 WIB

Jakarta

Nuklir dan Hidrogen Siap Menopang Ketahanan Energi Nasional

Kamis, 30 Jul 2026 - 13:23 WIB