Sinergi ormas keagamaan dan pemuda di Bangka: kirab obor dari Baitul A‘la hingga Merawang dikawal aparat, satgas medis, dan relawan lalu-lintas.
Titahnusa.com, Bangka — DEWAN Masjid Indonesia (DMI) dan PERPAT Babel menandatangani komitmen menjadikan Pawai Obor 1 Muharram acara rutin. Panitia menggandeng Polres Bangka, Satpol PP, serta Dinas Kesehatan untuk memastikan izin keramaian, pengalihan arus, dan protokol keselamatan terpenuhi.

Dalam Tabligh Akbar di Masjid Baitul A‘la (Sabtu, 1 Muharram 1447 H), Ustadz Nahrawi mewanti-wanti agar “perayaan religius tak sekadar seremonial, tetapi sarana dakwah dan edukasi anak.”
Ketua DMI Babel Ustadz Rasyid Ridho menyoroti ancaman disinformasi yang memecah umat. “Jangan terpancing provokasi khilafiyah; fokus kita persatuan,” tegasnya.

Ketua PERPAT Babel Dr. Andi Kusuma menjelaskan langkah teknis:
Surat pemberitahuan kegiatan telah dilayangkan ke Polres Bangka.
Rute sepanjang ±7 km—Baitul A‘la Air Ruwai sampai Merawang—akan diberlakukan buka-tutup jalan.
Satgas gabungan (Linmas, Banser, Senkom) ditempatkan di titik rawan.
Dinas Kesehatan menyiagakan dua ambulans dan posko cek kesehatan cepat.
“Kami ingin kegiatan besar ini taat prosedur, zero accident,” tegas Andi Kusuma.
● Aspek Legal: Berdasarkan Perkap No. 10/2009, pawai keagamaan wajib mengantongi STTP (Surat Tanda Terima Pemberitahuan) minimal H-3. Panitia mengonfirmasi berkas lengkap.
● Keamanan Publik: Polres menyiapkan 80 personel gabungan; potensi kepadatan arus di Jalan Raya Pemali diprediksi pukul 19.00–21.00 WIB.
● Keterlibatan Masyarakat: Sekitar 1.500 peserta ditargetkan, termasuk pelajar Pramuka dan kelompok marawis.
Obor Muharram diharapkan tak hanya menerangi malam, tapi juga meneguhkan solidaritas. “Saatnya hijrah dari sekadar seremonial menuju aksi nyata kesejahteraan sosial,” pungkas Andi@ Zen Adebi.













Komentar