Tinggalkan Pulau Timah, Sugeng Indrawan Bawa Semangat Inovasi Lapas Pangkalpinang ke Nusakambangan

- Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

PANGKALPINANG | Titahnusa.com — SETELAH 541 hari memimpin Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan resmi meninggalkan Pulau Bangka untuk melanjutkan pengabdian di Lapas Kelas IIA Kembang Kuning, Nusakambangan.

Pergantian kepemimpinan tersebut ditandai dengan acara lepas sambut dan serah terima jabatan Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang dari Sugeng Indrawan kepada Febie Dwi Hartanto, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), mitra kerja Lapas Pangkalpinang, jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Dharma Wanita Persatuan, Persatuan Ibu-Ibu Pemasyarakatan, petugas Lapas Pangkalpinang hingga para pensiunan.

Sugeng meninggalkan sejumlah catatan inovasi selama memimpin Lapas Pangkalpinang, khususnya dalam bidang ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan lahan produktif.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA) sebagai bahan pembenah tanah dan kompos yang dinilai ramah lingkungan serta ekonomis.

Program tersebut kemudian dikembangkan melalui Kelurahan Binaan di Kelurahan Tuatunu Indah. Sejumlah kegiatan di antaranya pemanfaatan kompos untuk kebun sawit dan nanas masyarakat adat Melayu Tuatunu, pengembangan dodol nanas bersama UMKM dan santri Pondok Pesantren Manbaul Ulum hingga dipasarkan ke Jawa Barat.

Baca Juga :  Febie Dwi Hartanto Resmi Pimpin Lapas Pangkalpinang, Siap Perkuat Keamanan dan Pembinaan

Selain itu, Lapas Pangkalpinang bersama mitra turut mendorong penyerahan rumah panggung layak huni, penanaman hortikultura di lahan tidak produktif pesantren, serta pencetakan sawah di lahan idle Tuatunu seluas sekitar 8 hektare yang hingga kini masih berjalan.

Program-program tersebut melibatkan Pemerintah Kota Pangkalpinang, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan PLTU Air Anyir.

Bawa Semangat Pulau Kemandirian

Sugeng mengatakan perpindahan tugas ke Nusakambangan bukan berarti meninggalkan berbagai program yang telah dibangun selama bertugas di Pangkalpinang.

“Saya tidak melihat perpindahan ini sebagai meninggalkan apa yang telah dibangun, tetapi membawa semangat itu ke tempat yang baru. Apa yang dimulai di Lapas Pangkalpinang, mudah-mudahan terus berkembang dan memberi manfaat di Nusakambangan,” ujar Sugeng.

Menurutnya, setiap inovasi di bidang Pemasyarakatan harus mampu memberikan dampak nyata, baik bagi Warga Binaan, masyarakat maupun lingkungan.

Sugeng selanjutnya dipercaya memimpin Lapas Kelas IIA Kembang Kuning, Nusakambangan, yang tengah didorong menjadi bagian dari penguatan kemandirian dan ketahanan pangan Pemasyarakatan.

Febie Siap Lanjutkan Inovasi

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang yang baru, Febie Dwi Hartanto, menyatakan siap melanjutkan berbagai program yang telah dirintis pendahulunya.

Baca Juga :  ALMASTER Babel Tantang PT Timah: Buka Data Mitra yang Mendapatkan SPK dari PIP, KIP Hingga Tambang Darat

“Apa yang telah dibangun Pak Sugeng menjadi fondasi yang baik. Kami akan menjaga kesinambungannya dan menghadirkan inovasi baru agar Lapas Pangkalpinang terus menjadi ruang tumbuhnya keterampilan, kemandirian, dan harapan,” ungkap Febie.

Kepala Kanwil Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, turut mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dilakukan Sugeng selama memimpin Lapas Pangkalpinang.

Menurutnya, rotasi dan promosi merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus kesempatan untuk membawa pengalaman dan inovasi ke tempat tugas yang baru.

“Harapannya, Pak Sugeng membawa pengalaman terbaik dari Bangka Belitung untuk memperkuat kemandirian di Nusakambangan, sementara Lapas Pangkalpinang terus melanjutkan inovasi yang telah dibangun,” kata Ade.

Dari Pulau Timah menuju Pulau Kemandirian, estafet kepemimpinan tersebut menjadi momentum bagi Sugeng untuk membawa pengalaman dan semangat inovasi ke tempat tugas yang baru.

Sementara di Pangkalpinang, Febie Dwi Hartanto kini mengemban amanah untuk melanjutkan sekaligus mengembangkan berbagai program yang telah berjalan agar Lapas semakin produktif, mandiri dan memberi manfaat bagi masyarakat@Zen Adebi.

Follow WhatsApp Channel titahnusa.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Sewa Kios Pasar Bergulir, Suprapto Dikabarkan Dipanggil Lagi, Lalu Muzayyin Kapan?
Heboh Dugaan Timah Belitung ke Bangka, Adit Bantah Truknya Bawa Biji Timah
Sewa Kios Dibayar, Tapi Masih Tercatat Menunggak, Nama Muzayyin Disorot
BWS Babel Diuji Transparansinya, TitahNusa.com Siapkan Sengketa Informasi
Kepala UPT Sudah Diperiksa, Kini Bendahara Pasar Pangkalpinang Dikabarkan Menyusul
Warga Binaan Lapas Pangkalpinang Berkarya Lewat Cetak Sawah di Kelurahan Binaan
Perpres 79/2026 Terbit, PT Timah Klaim Babak Baru Tata Kelola Pertambangan di Babel
Kepala UPT Pasar Akui Diperiksa Penyidik, Disperindag Dipanggil Sekda

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 11:59 WIB

Kasus Sewa Kios Pasar Bergulir, Suprapto Dikabarkan Dipanggil Lagi, Lalu Muzayyin Kapan?

Sabtu, 12 September 2026 - 16:34 WIB

Heboh Dugaan Timah Belitung ke Bangka, Adit Bantah Truknya Bawa Biji Timah

Jumat, 11 September 2026 - 14:40 WIB

Sewa Kios Dibayar, Tapi Masih Tercatat Menunggak, Nama Muzayyin Disorot

Rabu, 9 September 2026 - 14:50 WIB

BWS Babel Diuji Transparansinya, TitahNusa.com Siapkan Sengketa Informasi

Rabu, 9 September 2026 - 12:13 WIB

Kepala UPT Sudah Diperiksa, Kini Bendahara Pasar Pangkalpinang Dikabarkan Menyusul

Berita Terbaru