BANGKA BARAT | Titahnusa.com – ANGGOTA DPD RI asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ust. Zuhri M. Syazali, Lc., MA, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Kelapa, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, pada Jumat (27/6/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga kaum ibu yang antusias mengikuti jalannya kegiatan dari awal hingga akhir.
Dalam kesempatan tersebut, Ust. Zuhri menekankan pentingnya pemahaman terhadap alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945—bagian konstitusi yang memuat arah dan tujuan fundamental pendirian negara Republik Indonesia.
“Kadang kita hafal teksnya, tapi tidak memahami maknanya. Padahal alinea keempat adalah fondasi penting arah hidup berbangsa. Isinya bukan sekadar kalimat, tapi cita-cita besar yang harus kita wujudkan bersama,” tegas Ust. Zuhri.
Isi Alinea Keempat Pembukaan UUD 1945:
“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”
Melalui alinea tersebut, Ust. Zuhri menguraikan empat tujuan utama yang harus diwujudkan seluruh elemen bangsa:
1. Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia
2. Memajukan kesejahteraan umum
3. Mencerdaskan kehidupan bangsa
4. Ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang adil dan damai
Dalam suasana dialogis yang akrab, Ust. Zuhri menegaskan bahwa peran setiap warga negara sangat penting dalam membantu mencerdaskan dan memajukan bangsa sesuai dengan kapasitas masing-masing.
“Setiap warga punya peran. Sekecil apapun, tetap berarti dalam menciptakan kemajuan dan keadilan sosial,” ujarnya.
Dialog berlangsung hangat. Warga aktif bertanya dan berdiskusi tentang isu pendidikan, keadilan sosial, dan gotong royong sebagai praktik nyata nilai-nilai konstitusi.
Sejumlah tokoh masyarakat menyambut positif kegiatan ini, mengaku baru kali ini mendapatkan penjelasan langsung dan utuh tentang dasar negara yang selama ini dianggap abstrak.
“Setelah dijelaskan, ternyata nilai-nilainya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kami,” ujar salah satu warga.
Acara diakhiri dengan foto bersama dan pesan penutup dari Ust. Zuhri agar masyarakat terus menjaga semangat kebangsaan dan menanamkan nilai-nilai luhur UUD 1945 dalam kehidupan sehari-hari.
(Sumber: Sigit Dianto)
Editor: Zen Adebi.













Komentar