PANGKALPINANG | TuahNews.com —UPAYA rakyat untuk menyuarakan perubahan kembali tercoreng. Alat Peraga Kampanye (APK) milik Pasangan Calon (Paslon) perseorangan Merdeka kembali dirusak oleh orang tak dikenal (OTK). Aksi tidak bertanggung jawab ini terjadi di tengah memanasnya suhu politik jelang Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang 2025.
Perusakan terjadi di sejumlah titik strategis, di antaranya sekitar SMP Negeri 8 Girimaya, area SPBU Pangkalbalam, dekat SMP Paulus Gabek, dan beberapa titik lainnya di wilayah Kota Pangkalpinang. APK yang baru dipasang malam hari, ditemukan robek atau tumbang keesokan paginya.
Ketua Tim Pemenangan Merdeka, Sarpin, menyampaikan keprihatinan dan amarah yang mendalam.
“Malam dipasang, pagi sudah rusak. Bahkan ada yang tumbang. Ini bukan kejadian satu dua kali. Sungguh keterlaluan. Dengan segala keterbatasan, perjuangan kami masih diperlakukan tidak baik,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar tindakan vandalisme, Sarpin menilai aksi ini sebagai bentuk nyata upaya pembungkaman demokrasi.
“Ini bukan hanya soal APK yang dirusak. Ini adalah penyerangan terhadap proses demokrasi dan terhadap harapan masyarakat yang ingin melihat perubahan nyata di kota ini,” ujarnya dengan nada geram.

Selama ini, tim Merdeka memilih menahan diri dan belum melaporkan kejadian-kejadian tersebut. Namun, kali ini mereka menyatakan sikap tegas.
“Tadinya kami masih menahan diri untuk belum melapor ke Bawaslu dan aparat keamanan. Tapi kali ini, kami akan melaporkan hal ini, karena tidak boleh didiamkan. Demokrasi harus dijaga,” tegas Sarpin.

Ia berharap Bawaslu dan aparat penegak hukum dapat segera mengambil tindakan untuk mengungkap pelaku dan mencegah kejadian serupa terulang.
“Kami tidak takut. Tapi kami kecewa. Ini perjuangan rakyat. Dan kami akan terus berdiri menjaga harapan itu,” pungkasnya.
Masyarakat Pangkalpinang diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Di tengah iklim politik yang mulai memanas, harapan akan perubahan hanya bisa lahir dari keberanian menjaga suara dan integritas@red.













