Ketegangan di DPRD Babel: “Malaikat Politik”, Isu Kekayaan, dan Jawaban yang Melenceng

- Redaksi

Senin, 8 September 2025 - 20:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

PANGKALPINANG | Titahnusa.com – SUASANA rapat di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (8/9/2025), mendadak memanas ketika Aliansi Masyarakat Terzolimi (ALMASTER) bersama PERISAI Babel menyampaikan tujuh poin tuntutan mereka. Salah satunya menyinggung nama besar politisi nasional dari PDI Perjuangan, Rudianto Tjen.

Ketegangan memuncak saat M. Zen, Ketua LSM TOPAN-RI DPW Babel sekaligus orator utama ALMASTER, mendesak Fraksi PDI Perjuangan agar bersikap terkait isu dugaan manipulasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang menyeret nama Rudianto Tjen.

“Kalau memang beliau bersih, kenapa harus takut? Kami minta sikap politik dari fraksi ibu. Buat rekomendasi agar KPK dan Kejaksaan Agung turun tangan. Ini menyangkut marwah wakil rakyat Babel di mata nasional,” tegas Zen.

Praduga Tak Bersalah, Bukan Vonis

ALMASTER menegaskan bahwa mereka tidak pernah menyebut Rudianto Tjen sebagai pelaku korupsi. Justru, mereka menjunjung asas praduga tak bersalah dan hanya meminta kejelasan agar isu tidak semakin liar di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Polda Babel Gelar Apel Pasukan, Operasi Patuh Menumbing 2026 Resmi Dimulai

Apalagi, sebelumnya sudah ada LSM lain yang melaporkan Rudianto Tjen ke KPK, bahkan massa pernah menggelar demonstrasi di depan kantor KPK Jakarta. Bagi ALMASTER, sikap politik DPRD—khususnya Fraksi PDIP—penting untuk meredam keresahan publik.

“Kami tidak menuduh, kami hanya ingin ada kejelasan agar rakyat tidak dibingungkan oleh kabar simpang siur,” kata Zen.

“Malaikat Politik” dan Jawaban yang Melenceng

Persoalan semakin panas ketika M. Zen menyentil pernyataan Me Hoa, anggota Fraksi PDIP, yang sebelumnya di media sosial kerap menggambarkan Rudianto Tjen bak “malaikat politik” sosok yang seolah tanpa cela.

Namun, ketika diminta sikap politik fraksinya, jawaban Me Hoa justru dinilai melenceng. Ia menegaskan bahwa dirinya adalah sarjana hukum tata negara, alih-alih menanggapi substansi pertanyaan.

Pernyataan itu dianggap tidak nyambung dengan inti persoalan. Publik menilai, yang dipersoalkan bukanlah latar belakang akademik Me Hoa, melainkan sikap Fraksi PDIP terhadap isu yang menyangkut kadernya sendiri.

Baca Juga :  Dit Polairud Polda Babel Gagalkan Penyelundupan 6,7 Ton Pasir Timah Ilegal Di Belitung

“Kalau benar malaikat, tentu tidak ada yang perlu ditutupi. Jadi kenapa harus takut pada klarifikasi?” sindir M. Zen dengan nada satir.

Isu Kekayaan yang Jadi Sorotan

Dalam catatan resmi LHKPN, Rudianto Tjen melaporkan kekayaan sekitar Rp141 miliar. Namun ALMASTER mengklaim hasil investigasi masyarakat sipil menemukan indikasi aset tersembunyi yang nilainya ditaksir mencapai Rp3 triliun.

Aset itu disebut-sebut meliputi ribuan hektare perkebunan sawit, pabrik kelapa sawit, kapal isap produksi timah, hingga properti mewah di Bangka dan Belitung.

Bagi ALMASTER, perbedaan mencolok ini harus diklarifikasi oleh lembaga berwenang agar tidak menjadi bola liar yang merusak kepercayaan publik.

Menunggu Sikap DPRD

Rapat di Ruang Banmus yang semula berjalan formal akhirnya berubah menjadi arena adu argumen. M. Zen tampil agresif mendesak, sementara Me Hoa mencoba bertahan namun terseret dalam jawaban yang dinilai defensif.

Kini, publik menunggu: apakah DPRD Babel, khususnya Fraksi PDIP, berani bersikap untuk meredam isu, atau memilih diam di tengah kecurigaan masyarakat?

Karena bagi rakyat, persoalannya sederhana: bila memang bersih, mengapa harus takut pada transparansi. (Sumber: KBO Babel)

Follow WhatsApp Channel titahnusa.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Babel Permudah Akses Pelayanan Masyarakat Melalui Hotline 110 dan Whatsapp Kapolda
Polda Babel Gelar Sosialisasi di IAIN Babel, Ajak Mahasiswa Jadi Agen Anti Judol-Penipuan Digital
Wakapolda Babel Jadi Pembina Upacara di SMPN 1 Belitung, Beri Pesan Bijak Bermedsos-Cegah Perundungan
Polda Babel Gelar Apel Pasukan, Operasi Patuh Menumbing 2026 Resmi Dimulai
Wakapolda Babel Turun ke Jalan Atur Lalin di Simpang Rahat Belitung
Hari Santri 2026, Kemenag Babel Dorong 98 Pesantren Peduli Lingkungan
Hari Pertama Kerja, Kapolda Babel Ngopi Bersama Dan Dengar Aspirasi Masyarakat
Dukung 100 Hari Program Prioritas Kapolri, Wakapolda Babel Gelar Subuh Keliling Di Pangkalpinang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:41 WIB

Polda Babel Permudah Akses Pelayanan Masyarakat Melalui Hotline 110 dan Whatsapp Kapolda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Polda Babel Gelar Sosialisasi di IAIN Babel, Ajak Mahasiswa Jadi Agen Anti Judol-Penipuan Digital

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Wakapolda Babel Jadi Pembina Upacara di SMPN 1 Belitung, Beri Pesan Bijak Bermedsos-Cegah Perundungan

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Polda Babel Gelar Apel Pasukan, Operasi Patuh Menumbing 2026 Resmi Dimulai

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Wakapolda Babel Turun ke Jalan Atur Lalin di Simpang Rahat Belitung

Berita Terbaru