Skandal Narkoba Jadi Alarm: Saatnya Reformasi Polri Kembalikan Kepercayaan Publik

- Redaksi

Selasa, 23 September 2025 - 13:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Opini

Penulis : Muhamad Zen

(Aktivis dan Pemerhati Kebijakan Publik) 

VIRALNYA pemberitaan dugaan skandal di tubuh Satres Narkoba Polres Pangkalpinang yang menyeret oknum Brimob Polda Babel bukan sekadar “isu pinggir jalan”. Ini sinyal keras: publik sudah jenuh menjadi penonton drama penegakan hukum yang terasa tidak adil. Di tengah sorotan media, muncul pertanyaan sederhana namun tajam: mengapa kasus sebesar ini masih seperti puzzle yang potongannya disimpan rapat-rapat?

Sebagai anak Bangsa dan bagian dari Masyarakat Bangka Belitung, saya mendukung penuh reformasi total kepolisian. Langkah tegas Kapolresta Pangkalpinang yang memerintahkan penangkapan terhadap oknum Brimob adalah sinyal positif bahwa masih ada keberanian di tubuh Polri. Namun keberanian ini harus dibarengi dengan transparansi dan akuntabilitas; tanpa itu, publik hanya melihat “adegan” tanpa tahu naskah sebenarnya.

Sudah seharusnya Polresta Pangkalpinang maupun Polda Babel membuka persoalan ini secara terang-benderang di hadapan publik. Bukan hanya rilis singkat, tapi penjelasan menyeluruh tentang kronologi, dasar hukum, dan langkah tindak lanjut. Publik berhak tahu apakah kejadian ini benar adanya, seperti apa prosesnya, dan bagaimana pertanggungjawaban para anggota yang diduga terlibat.

Baca Juga :  Kuota Timah Dicekik, Belitung Terancam Nol Royalti: LSM FAKTA Sorot Kepmen ESDM 157/2026

Moga dengan transparansi dan keberanian pimpinan kepolisian kota Pangkalpinang dan Polda Babel, kasus ini menjadi pelajaran sangat berharga bagi anggota yang lain agar kasus serupa tidak lagi terjadi. Janganlah penegak hukum menjadi contoh sebagai pelanggar hukum itu sendiri. Jika citra aparat penegak hukum seperti ini, jangan salahkan masyarakat jika tak lagi percaya dan tak menaruh harapan akan keadilan hukum itu sendiri, padahal kita tahu masih banyak anggota polisi yang bekerja sesuai sumpah sebagai abdi negara.

Satirnya begini: reformasi total kepolisian kerap digadang-gadang, tetapi bila kasus internal saja ditangani “diam-diam”, bagaimana publik bisa yakin bahwa reformasi itu benar-benar ada? Masyarakat tidak lagi butuh jargon, tapi bukti nyata bahwa hukum tak pandang pangkat, kesatuan, atau seragam.

Momentum ini seharusnya menjadi kesempatan emas bagi Kapolresta Pangkalpinang untuk menegaskan komitmen pada profesionalisme dan integritas. Membuka persoalan ini kepada publik bukan tanda kelemahan, tetapi bukti keberanian dan akuntabilitas. Memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengawasi proses sidang etik dan putusan terhadap anggota yang diduga melanggar adalah langkah maju menuju kepolisian yang benar-benar modern dan demokratis.

Baca Juga :  LSM FAKTA Bongkar Dugaan “Proyek Siluman” BWS Babel: Papan Informasi Tak Terpasang, Lumpur Kerukan Dipersoalkan

Karena pada akhirnya, transparansi bukanlah musuh kepolisian justru transparansi adalah jalan tercepat untuk mengembalikan kepercayaan publik. Jangan sampai reformasi total kepolisian tinggal jadi slogan, sementara di lapangan, “asap” dibiarkan membubung tanpa pernah dipadamkan apinya.

 

_____________________

Catatan Redaksi:

Isi narasi opini ini sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis. Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan atas penyajian artikel ini, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita sanggahan/koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Sanggahan dapat dikirimkan melalui email atau nomor whatsapp Redaksi sebagaimana yang tertera pada box Redaksi.

Follow WhatsApp Channel titahnusa.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MOT RSUD Soekarno Dipersoalkan di Praperadilan, Kuasa Hukum Hendy: Bukan Hilang, Modul Rusak Akibat Banjir
Praperadilan Alkes MOT Memanas, Kuasa Hukum: Barang Bukan Hilang, Sedang Diperbaiki
Praperadilan Korupsi Alkes RSUP Babel Memanas, Kuasa Hukum Hendy: Mengapa Vendor Swasta yang Disasar?
Pelarian Andi Irawan Berakhir di Bandung, Terpidana Korupsi KUR 417 Debitur Ditangkap
Guru Natsir Mengaku Pernah Ilegal, Lalu Bagaimana dengan yang Berlindung di Balik Label Legal?
Nekat Curi Barang Milik Kebun Bosnya, Pria Berinisial Ma Diringkus Timgab URC Polres Bateng-Polsek Koba
Timgab URC Polda Babel-Polres Bangka Tengah Tangkap Pelaku Penipuan Bermodus Ngaku Polisi
TOPAN-RI Tantang Bea Cukai Buka-bukaan Soal Gudang Tuatunu: Dari Jumlah Rokok hingga Status Perkara

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 12:47 WIB

MOT RSUD Soekarno Dipersoalkan di Praperadilan, Kuasa Hukum Hendy: Bukan Hilang, Modul Rusak Akibat Banjir

Selasa, 15 September 2026 - 13:19 WIB

Praperadilan Alkes MOT Memanas, Kuasa Hukum: Barang Bukan Hilang, Sedang Diperbaiki

Senin, 14 September 2026 - 10:25 WIB

Praperadilan Korupsi Alkes RSUP Babel Memanas, Kuasa Hukum Hendy: Mengapa Vendor Swasta yang Disasar?

Minggu, 13 September 2026 - 10:45 WIB

Pelarian Andi Irawan Berakhir di Bandung, Terpidana Korupsi KUR 417 Debitur Ditangkap

Sabtu, 12 September 2026 - 18:48 WIB

Guru Natsir Mengaku Pernah Ilegal, Lalu Bagaimana dengan yang Berlindung di Balik Label Legal?

Berita Terbaru