PANGKALPINANG | TitahNews.com — DEWAN Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali menggelar program unggulan Sajadah Fajar, Ahad pagi (6/7/2025), yang kali ini memasuki edisi ke-36. Masjid Nurul Iman, Kelurahan Bacang, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang menjadi tuan rumah kegiatan subuh yang khusyuk dan sarat pesan keagamaan ini.
Mengangkat tema “Keluarga Bahagia dalam Naungan Agama”, kegiatan dihadiri para pengurus inti DMI Babel, antara lain Ketua DMI HM Rasyid Ridho, Penasehat DMI Bapak Saviat, Sekretaris DMI Ustadz Rusdiyanto, M.A., Wakil Ketua Bidang Perkembangan Kemakmuran Masjid Muhammad Tanggung, dan Wakil Sekretaris Ali Akbar, SH., MH.
Acara dimulai dengan salat subuh berjamaah, dilanjutkan sambutan Penasehat DMI, Bapak Saviat, yang menggarisbawahi pentingnya merawat semangat ukhuwah dan konsistensi dakwah melalui program-program masjid.
“Sajadah Fajar bukan sekadar agenda rutin, ini adalah ikhtiar menghidupkan masjid dan menyentuh hati umat. Dari sinilah tumbuh kesadaran untuk mencintai masjid, menjadikan agama sebagai nafas kehidupan keluarga,” ujar Saviat.
Ustadz Winarno: Suami Pecinta Masjid adalah Suami Pembawa Surga
Sesi inti diisi dengan tausiah dari Ustadz Winarno, M.H.I., yang mengulas secara mendalam bagaimana agama menjadi pondasi utama keluarga. Ia menegaskan, kunci keharmonisan rumah tangga ada pada kepemimpinan seorang suami yang dekat dengan masjid dan Allah.
“Suami yang cinta masjid adalah suami yang cinta Allah. Dan cinta kepada Allah adalah kompas yang akan membimbing istri dan anak-anak menuju surga,” tegasnya.
Ustadz Winarno, yang juga dikenal sebagai mediator di Pengadilan Agama, turut menyoroti maraknya kasus perceraian, khususnya cerai gugat (khulu’), yang mayoritas berakar pada hilangnya peran dan keteladanan suami dalam rumah tangga.

“Banyak istri datang ke pengadilan bukan karena faktor ekonomi, tapi karena hilangnya bimbingan spiritual dari suami. Ketika kepala rumah tangga jauh dari masjid, maka rumah pun kehilangan cahaya iman,” paparnya.
Ia menutup ceramah dengan seruan tajam: “Kita harus mulai dari diri sendiri. Jadilah suami yang menjaga salat, rutin ke masjid, dan mencintai keluarga karena Allah. Itulah energi ruhani yang akan menguatkan rumah tangga.”
Ustadz Winarno juga mengutip sejumlah ayat dan hadis tentang peran suami sebagai qawwam—pemimpin dan pembina akhlak dalam keluarga, bukan sekadar pencari nafkah.
Suasana Hangat dan Penuh Semangat Dakwah
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan santapan ringan dalam suasana kekeluargaan yang hangat. Jamaah yang hadir tampak antusias, memenuhi masjid hingga ke serambi. Suasana ini mencerminkan semangat besar umat Islam untuk terus menghidupkan masjid dan menjadikan waktu subuh sebagai momentum membangun peradaban@ Zen Adebi.













Komentar