Agar Tak Dimanfaatkan, Jadilah Tak Bermanfaat

- Redaksi

Kamis, 6 November 2025 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Renungan Publik

Oleh: Muhamad Zen
Wartawan & Pemerhati Kebijakan Publik

INSPIRASI kadang datang dari tempat yang tak kita duga.
Pagi itu, di depan Warkop Akew persis di seberang Barata, Kota Pangkalpinang mata saya tertuju pada seorang juru parkir bernama Bang Bujang. Tubuhnya kurus, kulitnya legam, tapi senyumnya ramah dan tulus seperti biasa. Saat ia berjalan mendekat, saya membaca tulisan di kaos lusuh yang ia kenakan:

“Agar tidak dimanfaatkan orang lain, jadilah orang yang tidak bermanfaat.”

Saya spontan tertawa kecil. Sebuah kalimat sederhana, tapi mengandung satir yang luar biasa dalam. Seketika muncul ide iseng dalam kepala saya: tulisan ini harus lahir dari sana dari secuil kebijaksanaan jalanan yang kadang lebih jujur dari ruang seminar.

Kalimat di kaos itu seperti cermin bagi zaman ini. Kita hidup di era di mana orang baik sering kali dianggap bodoh, jujur dikira naif, dan peduli dianggap cari muka. Banyak orang yang berhenti berbuat baik bukan karena tak ingin, tapi karena lelah dimanfaatkan.

Maka muncul kesimpulan sinis:
“Agar tidak dimanfaatkan, jadilah tidak bermanfaat.”
Lucu, tapi menohok.
Seolah menjadi petunjuk bertahan hidup di tengah masyarakat yang kian pragmatis.

Kita terlalu sering melihat kebaikan diperalat, keikhlasan dijadikan peluang, dan solidaritas disulap jadi panggung. Yang mau bekerja dianggap ‘bisa disuruh’, yang tulus dianggap ‘bisa dimanfaatkan’. Dan perlahan, orang-orang baik mulai bersembunyi di balik kalimat sarkas itu menyerah, tapi tetap ingin terlihat bijak.

Padahal, jika semua orang berhenti menjadi bermanfaat karena takut dimanfaatkan, maka dunia ini akan sunyi. Yang tersisa hanyalah orang licik yang bekerja tanpa malu, dan orang lelah yang berhenti peduli.
Sungguh keadaan yang lebih menyedihkan dari kemiskinan itu sendiri.

Sebagai alumni Universitas Gunung Maras, saya percaya satu hal sederhana: nilai hidup manusia diukur bukan dari seberapa lihai ia melindungi diri, tapi seberapa ikhlas ia memberi arti. Karena sesungguhnya, peradaban hanya akan tegak jika masih ada orang yang berbuat tanpa pamrih meski tahu suatu saat kebaikannya akan dimanfaatkan.

Jadilah orang baik, tapi cerdas.
Bermanfaatlah, tapi dengan kesadaran penuh. Bukan untuk dipuji, bukan untuk dimanfaatkan, melainkan karena tanpa memberi, manusia kehilangan kemanusiaannya.

Dan jika suatu hari kamu merasa lelah karena kebaikanmu dimanfaatkan, ingatlah Bang Bujang di depan Warkop Akew itu.
Ia mungkin hanya juru parkir, tapi kata-katanya lebih tajam dari pamflet moral mana pun.

Mungkin benar, agar tak dimanfaatkan, jadilah tak bermanfaat. Tapi lebih benar lagi: agar hidupmu punya makna, tetaplah bermanfaat meski tahu dunia akan terus berusaha memanfaatkanmu. (**)

Berita Terkait

PENOLAKAN HGU PT GML MENGUAT
KI Babel Uji Komitmen Keterbukaan Informasi, Bawaslu dan Pemkab Bangka Jalani Visitasi Faktual E-Monev 2026
DPRD Babel Soroti Akuntabilitas BUMD, Hasil Audit Berkah Mart Dinanti
Warga Toboali Desak Kejari Bangka Selatan Bertindak Adil, Pengamanan Aset Seluruh Tersangka Korupsi Timah Jangan Tebang Pilih
Kesadaran Hukum Anak SMA di Ruang Siber: Transformasi Pendidikan Kewarganegaraan di Era Digital
Bang Doi, Pimpred Jejaring Media Radak.com Dipanggil Polda Babel, Diduga Terkait Upaya Damai Kasus Susut Kadar Emas
AMC BABEL APRESIASI DAN UCAPKAN TERIMAKASIH HAKIM DALAM KEPUTUSAN YANG SESUAI FAKTA DALAM KASUS Dr. Ratna
Cegah Sengketa Informasi Publik, KI Babel dan BPOM Pangkalpinang Perkuat Sinergi Tata Kelola Informasi

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:45 WIB

PENOLAKAN HGU PT GML MENGUAT

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:56 WIB

KI Babel Uji Komitmen Keterbukaan Informasi, Bawaslu dan Pemkab Bangka Jalani Visitasi Faktual E-Monev 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:56 WIB

Warga Toboali Desak Kejari Bangka Selatan Bertindak Adil, Pengamanan Aset Seluruh Tersangka Korupsi Timah Jangan Tebang Pilih

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:12 WIB

Kesadaran Hukum Anak SMA di Ruang Siber: Transformasi Pendidikan Kewarganegaraan di Era Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:11 WIB

Bang Doi, Pimpred Jejaring Media Radak.com Dipanggil Polda Babel, Diduga Terkait Upaya Damai Kasus Susut Kadar Emas

Berita Terbaru

Bangka Belitung

PENOLAKAN HGU PT GML MENGUAT

Jumat, 31 Jul 2026 - 08:45 WIB

Jakarta

Nuklir dan Hidrogen Siap Menopang Ketahanan Energi Nasional

Kamis, 30 Jul 2026 - 13:23 WIB