Insiden Kepala Burung Berakhir Damai, TNI dan Pelimbang Timah Sepakat Selesaikan Secara Kekeluargaan

- Redaksi

Sabtu, 29 November 2025 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGKA | Titahnusa.com — INSIDEN keributan yang sempat memanas antara pelimbang timah, Rohit alias Jodi (20), dengan beberapa anggota TNI di area penambangan pasir timah “Kepala Burung” pada Jumat (28/11/2025), kini diluruskan.

Peristiwa yang sebelumnya disebut-sebut sebagai pengeroyokan itu dipastikan hanyalah kesalahpahaman dan miskomunikasi saat anggota TNI melakukan tugas pengamanan aktivitas tambang di blok kerja 54 milik CV Tri Mitra Resource (TMR), mitra resmi PT Timah Tbk.

Menurut keterangan salah satu narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, anggota TNI yang bertugas telah memberikan teguran kepada para pelimbang timah agar menjaga jarak aman dari area alat berat.

Teguran tersebut, jelasnya, semata-mata bertujuan mencegah potensi kecelakaan kerja yang bisa mengancam keselamatan para pelimbang.

“Anggota kami hanya mengingatkan agar tidak terlalu dekat dengan wilayah kerja mitra. Itu SOP pengamanan untuk keselamatan, bukan untuk menekan siapa pun,” ujarnya.

Namun, teguran itu diduga membuat salah satu pelimbang merasa tersinggung hingga terjadi adu mulut.

Benturan tersebut memanas setelah, menurut narasumber, salah satu oknum pelimbang sempat memukul bagian mata seorang anggota TNI terlebih dahulu.

Kondisi inilah yang memicu perkelahian spontan sebelum akhirnya berhasil dilerai.

Meski sempat terjadi kontak fisik, seluruh pihak bergerak cepat menyelesaikan persoalan.

Pihak TNI bersama perangkat kecamatan dan desa langsung membawa Rohit ke RSUD Depati Bahrin, Sungailiat, untuk mendapatkan pemeriksaan medis serta visum.

Bahkan, seluruh biaya pengobatan ditanggung langsung oleh komandan pasukan yang turun mendampingi korban.

“Alhamdulillah, antara anggota TNI dan Rohit sudah berdamai. Komandannya langsung menemui keluarga dan ikut membawa Rohit ke rumah sakit,” ungkap sumber tersebut.

Dankipan B 147/KGJ, Lettu Inf Sandra Kirana, juga menegaskan bahwa insiden itu murni akibat miskomunikasi dan tidak ada unsur kesengajaan apalagi tindakan represif sebagaimana sebelumnya disampaikan sejumlah pihak.

“Meskipun demikian, kami tetap menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga dan masyarakat. Tadi kami sudah selesaikan secara kekeluargaan. Rohit dan orang tuanya kami dampingi ke rumah sakit, dan kami bertanggung jawab jika masih ada kebutuhan pengobatan lanjutan,” ucap Sandra.

Ia juga meminta semua pihak, termasuk media, agar tidak memframing peristiwa tersebut secara berlebihan atau menjurus provokatif.

“Kami mohon rekan-rekan media membantu menjaga kondusivitas. Jangan ada narasi liar yang justru memperkeruh keadaan,” tambahnya.

Penyelesaian damai tersebut turut disaksikan oleh Camat Bakam, perangkat desa setempat, orang tua Rohit, serta komandan TNI yang menangani perkara ini.

Suasana kekeluargaan tampak jelas saat pernyataan perdamaian dibacakan oleh kedua belah pihak.

Dengan tuntasnya persoalan ini, masyarakat diimbau untuk kembali fokus pada aktivitas masing-masing.

Semua pihak juga diharapkan mengedepankan komunikasi yang baik agar kesalahpahaman serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari. (Sumber: KBO Babel)

Berita Terkait

PENOLAKAN HGU PT GML MENGUAT
KI Babel Uji Komitmen Keterbukaan Informasi, Bawaslu dan Pemkab Bangka Jalani Visitasi Faktual E-Monev 2026
DPRD Babel Soroti Akuntabilitas BUMD, Hasil Audit Berkah Mart Dinanti
Warga Toboali Desak Kejari Bangka Selatan Bertindak Adil, Pengamanan Aset Seluruh Tersangka Korupsi Timah Jangan Tebang Pilih
Kuasa Hukum Toko Mas Gunung Kawi Buka Suara: Dukung Penyelidikan Polda Babel, Bantah Laporan Neli dan Ungkap Versi Soal Kompensasi
Kesadaran Hukum Anak SMA di Ruang Siber: Transformasi Pendidikan Kewarganegaraan di Era Digital
Bang Doi, Pimpred Jejaring Media Radak.com Dipanggil Polda Babel, Diduga Terkait Upaya Damai Kasus Susut Kadar Emas
Korban Jiwa Kembali Jatuh di Tambang Laut Sampur, Dugaan Kelalaian K3 Jadi Sorotan

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:45 WIB

PENOLAKAN HGU PT GML MENGUAT

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:56 WIB

KI Babel Uji Komitmen Keterbukaan Informasi, Bawaslu dan Pemkab Bangka Jalani Visitasi Faktual E-Monev 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:56 WIB

Warga Toboali Desak Kejari Bangka Selatan Bertindak Adil, Pengamanan Aset Seluruh Tersangka Korupsi Timah Jangan Tebang Pilih

Senin, 27 Juli 2026 - 17:53 WIB

Kuasa Hukum Toko Mas Gunung Kawi Buka Suara: Dukung Penyelidikan Polda Babel, Bantah Laporan Neli dan Ungkap Versi Soal Kompensasi

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:12 WIB

Kesadaran Hukum Anak SMA di Ruang Siber: Transformasi Pendidikan Kewarganegaraan di Era Digital

Berita Terbaru

Bangka Belitung

PENOLAKAN HGU PT GML MENGUAT

Jumat, 31 Jul 2026 - 08:45 WIB

Jakarta

Nuklir dan Hidrogen Siap Menopang Ketahanan Energi Nasional

Kamis, 30 Jul 2026 - 13:23 WIB