Skema Timah 22,4 Ton Terbongkar, Pajero Sport Jadi Petunjuk Distribusi Terorganisir

- Redaksi

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

BANGKA TENGAH | Titahnusa.com —TERUNGKAPNYA sebuah Pajero Sport dalam iring-iringan pengiriman timah ilegal di Bangka Belitung menjadi sinyal kuat bahwa praktik kejahatan sumber daya alam ini berjalan terorganisir dan sistematis, bukan aksi sporadis pelaku lapangan.

Dalam operasi penyekatan dini hari yang digelar Satuan Lapis Tiga Komando Kewilayahan (Satlap Tricakti) pada Sabtu (7/2/2026), aparat menggagalkan distribusi 22,4 ton timah, terdiri dari timah balok dan pasir timah basah, yang diduga kuat bersumber dari Gudang Rajawali, Sadai.

Operasi tersebut sekaligus membuka pola distribusi yang rapi, melibatkan empat kendaraan dalam satu iring-iringan, yakni dua truk bermuatan pasir timah, satu truk bermuatan timah balok, serta satu unit Pajero Sport yang juga membawa timah balok.

Skema ini memperlihatkan adanya pembagian peran, pemecahan risiko, dan upaya pengamanan logistik, sebuah pola yang lazim dalam distribusi ilegal berskala besar.

Penindakan Berawal dari Informasi Masyarakat

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang diterima Pos Koba terkait pergerakan dua truk dari arah Toboali menuju jalur Kenanga–Koba–Namang–Jebus, rute yang selama ini dikenal sebagai lintasan pengiriman timah ilegal ke wilayah barat Pulau Bangka.

Sekira pukul 01.35 WIB, tiga personel Pos Koba bergerak melakukan pemantauan dan pengejaran. Pada pukul 01.50 WIB, dua unit truk bernomor polisi BN 9707 PR dan G 8108 CB berhasil dihentikan di kawasan Jalan Namang.

Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan 338 kampil pasir timah basah dengan estimasi berat sekitar 17 ton. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada Danpos Koba Pelda Suci, yang kemudian meneruskan laporan ke Dansektor Selatan Mayor Inf Yayat Nur Hidayat untuk pengembangan lebih lanjut.

Pajero Sport Bermuatan Timah Balok Terjaring

Saat pengembangan dilakukan, fakta yang lebih serius justru terungkap. Di jalur yang sama, aparat mendapati sebuah Pajero Sport bernomor polisi B 2427 KBR yang bergerak mencurigakan dan berada dalam satu rangkaian perjalanan.

Baca Juga :  Bukan Sekadar GBT! ALMASTER Desak Tricakti Buka Terang Barang Hasil Pengamanan, Gudang Titindo Kini Disorot

Kendaraan tersebut kemudian dihentikan dan diperiksa. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan muatan timah balok di dalam mobil tersebut. Pajero Sport itu diketahui dikendarai oleh dua oknum anggota TNI aktif yang berdinas di Koramil Taman Sari Pangkalpinang, Kodim 0413 Bangka, masing-masing berinisial Praka Evan dan Praka Prima.

Tak berselang lama, satu unit truk lain bernomor polisi BM 8647 ZO yang berada di bagian depan iring-iringan juga berhasil dihentikan. Truk tersebut kembali ditemukan membawa timah balok dalam jumlah besar.

Dengan demikian, total terdapat empat kendaraan dalam satu skema distribusi, terdiri dari:

2 truk bermuatan pasir timah,

1 truk bermuatan timah balok,

1 Pajero Sport bermuatan timah balok.

Pola ini menguatkan dugaan bahwa distribusi dirancang untuk mengaburkan pengawasan dan menjaga muatan bernilai tinggi tetap aman hingga tujuan.

Muara Distribusi Mengarah ke Gudang Rajawali

Pendalaman awal di lokasi penyekatan mengarah pada satu sumber muatan yang sama, yakni Gudang Rajawali di wilayah Sadai. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Satlap Tricakti.

Sekira pukul 03.20 WIB, Dansektor Selatan bersama personel bergerak menuju lokasi gudang. Tim tiba sekitar pukul 06.33 WIB dan langsung menempatkan area gudang dalam pengawasan ketat.

Fakta bahwa seluruh muatan berasal dari satu gudang memperkuat dugaan adanya sentralisasi penampungan dan distribusi, termasuk indikasi produksi timah balok yang patut dipertanyakan legalitas dan asal-usulnya.

Barang Bukti Skala Besar Diamankan

Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan barang bukti berupa:

220 batang timah balok dengan berat sekitar 5,5 ton,

338 kampil pasir timah basah dengan berat sekitar 16.900 kilogram,

Total keseluruhan mencapai ±22,4 ton timah.

Baca Juga :  LSM FAKTA Bongkar Dugaan “Proyek Siluman” BWS Babel: Papan Informasi Tak Terpasang, Lumpur Kerukan Dipersoalkan

Empat kendaraan pengangkut turut diamankan bersama para sopir berinisial Mulyadi, Margono, dan Ormen, serta dua oknum anggota TNI yang berada di Pajero Sport.

Seluruh barang bukti sementara diamankan dan diarahkan ke GBT Cambay untuk kepentingan pengamanan dan proses hukum lebih lanjut.

Desakan Publik: Usut hingga ke Hulu

Terbongkarnya iring-iringan empat kendaraan, keterlibatan gudang, serta penggunaan Pajero Sport dalam distribusi timah balok memicu desakan luas agar penanganan perkara ini tidak berhenti pada sopir dan kurir lapangan.

Publik dan pegiat antikorupsi mendesak agar:

Perkara ditangani secara serius di tingkat Polda Kepulauan Bangka Belitung atau Kejati Babel,

Dilakukan pendalaman terhadap pengelola gudang, pemilik kendaraan, serta pihak pemberi perintah,

Kendaraan yang digunakan disita secara permanen,

Alur distribusi dan keterkaitannya dengan pusaran besar kasus timah Bangka Belitung ditelusuri secara menyeluruh.

“Jumlahnya besar, polanya rapi, ada gudang, ada iring-iringan, bahkan menggunakan mobil pribadi. Ini bukan kerja kelas bawah. Aktor yang berperan di baliknya harus dibongkar,” ujar seorang pengamat pertambangan di Bangka Belitung.

Ujian Integritas Penegakan Hukum

Kasus ini kini menjadi ujian serius bagi integritas penegakan hukum di Bangka Belitung. Satlap Tricakti menegaskan operasi ini bertujuan mencegah kebocoran hasil produksi, menjaga tata niaga timah, serta menekan praktik pertambangan dan distribusi ilegal yang merugikan negara.

Selama operasi berlangsung, situasi di lapangan dilaporkan aman dan kondusif. Namun di luar itu, tekanan publik justru kian menguat.

Satu hal menjadi sorotan utama: kehadiran Pajero Sport dalam skema distribusi timah ilegal ini bukan sekadar soal kendaraan, melainkan simbol bahwa praktik ilegal telah naik kelas.

Kini publik menunggu, apakah hukum berani bergerak ke hulu dan menyentuh aktor yang sesungguhnya, atau kembali berhenti di lapisan terlemah@red.

 

Follow WhatsApp Channel titahnusa.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penyidik Polda Babel Perlu Menjawab, Bukan Sekadar Menetapkan Tersangka
Guru Natsir Mengaku Pernah Ilegal, Lalu Bagaimana dengan yang Berlindung di Balik Label Legal?
TOPAN-RI Tantang Bea Cukai Buka-bukaan Soal Gudang Tuatunu: Dari Jumlah Rokok hingga Status Perkara
Bukan Sekadar GBT! ALMASTER Desak Tricakti Buka Terang Barang Hasil Pengamanan, Gudang Titindo Kini Disorot
Rokok Ilegal Makin Marak di Babel, Benarkah Ada “Koordinasi” di Balik Pembiaran?
RUU Perampasan Aset dan Janji 15 Desember: Saat DPR Mempertaruhkan Marwahnya (Opini)
Ketua PJS Babel Agus Eko Sampaikan Ucapan Selamat atas Pelantikan Pengurus PWI Bangka Tengah
LSM FAKTA Bongkar Dugaan “Proyek Siluman” BWS Babel: Papan Informasi Tak Terpasang, Lumpur Kerukan Dipersoalkan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 18:48 WIB

Guru Natsir Mengaku Pernah Ilegal, Lalu Bagaimana dengan yang Berlindung di Balik Label Legal?

Selasa, 1 September 2026 - 15:41 WIB

TOPAN-RI Tantang Bea Cukai Buka-bukaan Soal Gudang Tuatunu: Dari Jumlah Rokok hingga Status Perkara

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Bukan Sekadar GBT! ALMASTER Desak Tricakti Buka Terang Barang Hasil Pengamanan, Gudang Titindo Kini Disorot

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:35 WIB

Rokok Ilegal Makin Marak di Babel, Benarkah Ada “Koordinasi” di Balik Pembiaran?

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:15 WIB

RUU Perampasan Aset dan Janji 15 Desember: Saat DPR Mempertaruhkan Marwahnya (Opini)

Berita Terbaru