Andri Yanto Junior Manager PT Thorcon Power Indonesia Paparkan Tahapan Survei, Panitia: Jangan Ribut Sebelum Paham

- Redaksi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Caption: Andri Yanto, Junior Manager PT Thorcon Power Indonesia saat menyampaikan paparannya, salah satu narasumber Diskusi Publik Memahami Rencana PLTN di Bangka Belitung Diskusi Data dan Fakta, Sabtu (7/2/2026)

Caption: Andri Yanto, Junior Manager PT Thorcon Power Indonesia saat menyampaikan paparannya, salah satu narasumber Diskusi Publik Memahami Rencana PLTN di Bangka Belitung Diskusi Data dan Fakta, Sabtu (7/2/2026)

PANGKALPINANG | TitahNusa.com – DISKURSUS tentang rencana Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Thorium di Bangka Belitung tidak lagi sekadar wacana yang bergulir liar di ruang publik. Melalui Diskusi Publik bertajuk “Memahami Rencana PLTN di Bangka Belitung: Diskusi Data dan Fakta”, Fokus Babel dan KBO Babel berupaya menghadirkan ruang dialog berbasis literasi dan pengetahuan. Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan yang digelar di Aston Emidary Bangka Hotel and Conference Center pada Sabtu (7/2/2026) lalu itu mendapat dukungan dari sejumlah mitra, di antaranya PT Thorcon Power Indonesia, PT Timah Tbk, Kopetindo, STIE IBEK, serta Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI).

Ketua Umum Fokus Babel, Ir. M. Natsir, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Ia menilai forum ini menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran kolektif bahwa isu energi masa depan tidak bisa disikapi secara emosional, melainkan harus melalui pemahaman komprehensif.

“Atas nama panitia bersama, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah mendukung terselenggaranya diskusi publik ini. Kegiatan ini memberikan wawasan dan literasi yang sangat baik, terutama bagi mahasiswa sebagai generasi muda Bangka Belitung,” ujar Natsir usai rapat penutupan panitia di Sekretariat KBO Babel, Air Itam, Pangkalpinang, Jumat (13/2/2026).

Sorotan utama dalam diskusi tersebut tertuju pada kehadiran Andri Yanto, Junior Manager PT Thorcon Power Indonesia, yang juga merupakan putra daerah asal Desa Puding, Bangka. Kehadirannya bukan sekadar representasi korporasi, melainkan simbol keterlibatan anak muda daerah dalam proyek teknologi strategis.

Baca Juga :  LSM FAKTA Bongkar Dugaan “Proyek Siluman” BWS Babel: Papan Informasi Tak Terpasang, Lumpur Kerukan Dipersoalkan

Dalam paparannya, Andri menjelaskan tahapan yang telah dilakukan perusahaan terkait survei tapak PLTN di Pulau Gelasa. Ia memaparkan bahwa proses yang berjalan masih berada pada tahap survei dan kajian awal, dengan berbagai prosedur teknis, administratif, serta regulatif yang masih harus dilalui sebelum berbicara tentang pembangunan.

Natsir menegaskan, paparan tersebut penting untuk meredam spekulasi yang berkembang di masyarakat.

“Ternyata dari beberapa tahapan yang dilalui masih jauh untuk bicara pembangunan nuklir. Sementara kita sudah ribut duluan. Bahkan yang tidak menolak pun belum tentu memahami secara utuh prosesnya,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan rasa bangganya terhadap Andri sebagai anak daerah yang mampu berkiprah di perusahaan energi berteknologi tinggi. Menurutnya, kehadiran figur seperti Andri bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda Babel untuk tidak alergi terhadap kemajuan teknologi.

“Ayo, anak muda Babel harus berani menjadi pionir kebangkitan daerah dalam berpikir maju dan rasional. Masa depan energi tidak bisa dihindari, tapi harus dipahami,” tambahnya.

Penanggungjawab KBO Babel, Rikky Fermana, menilai diskusi tersebut membuka fakta bahwa sebagian besar audiensi belum memahami secara mendalam tentang teknologi PLTN Thorium, perbedaannya dengan reaktor konvensional, serta konteks krisis energi fosil yang tengah dihadapi Indonesia.

Baca Juga :  Rokok Ilegal Makin Marak di Babel, Benarkah Ada “Koordinasi” di Balik Pembiaran?

“Banyak yang belum tahu apa itu PLTN Thorium, apa saja yang sudah dilakukan perusahaan, dan bagaimana posisi energi nuklir dalam bauran energi nasional ke depan. Diskusi ini menjadi ruang untuk mengisi kekosongan literasi itu,” ujar Rikky.

Ia mengakui adanya perbedaan pandangan dalam forum tersebut. Namun, menurutnya, dinamika itu justru sehat dalam sistem demokrasi, selama dilandasi data dan fakta.

“Mungkin hasilnya nanti setuju atau tidak setuju. Tapi minimal masyarakat sudah memiliki bekal pengetahuan. Keputusan yang diambil ke depan harus berbasis literasi, bukan sekadar opini atau ketakutan,” tegasnya.

Bagi panitia, diskusi ini bukan untuk menggiring opini publik, melainkan membuka ruang dialog ilmiah yang jujur dan transparan. Mereka menilai, isu sebesar PLTN tidak bisa direduksi menjadi narasi hitam-putih, melainkan perlu dikaji secara multidimensi—dari aspek teknologi, lingkungan, ekonomi, hingga sosial.

Menutup pernyataannya, kedua panitia kembali menyampaikan terima kasih kepada Andri Yanto atas kesediaannya hadir sebagai narasumber dan berbagi perspektif langsung dari sisi perusahaan.

Diskusi ini menjadi penanda bahwa Bangka Belitung mulai memasuki fase baru dalam perdebatan energi: bukan lagi sekadar gaduh wacana, tetapi mulai menapaki dialog berbasis pengetahuan. (KBO Babel)

Follow WhatsApp Channel titahnusa.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penyidik Polda Babel Perlu Menjawab, Bukan Sekadar Menetapkan Tersangka
Guru Natsir Mengaku Pernah Ilegal, Lalu Bagaimana dengan yang Berlindung di Balik Label Legal?
TOPAN-RI Tantang Bea Cukai Buka-bukaan Soal Gudang Tuatunu: Dari Jumlah Rokok hingga Status Perkara
Bukan Sekadar GBT! ALMASTER Desak Tricakti Buka Terang Barang Hasil Pengamanan, Gudang Titindo Kini Disorot
Rokok Ilegal Makin Marak di Babel, Benarkah Ada “Koordinasi” di Balik Pembiaran?
RUU Perampasan Aset dan Janji 15 Desember: Saat DPR Mempertaruhkan Marwahnya (Opini)
Ketua PJS Babel Agus Eko Sampaikan Ucapan Selamat atas Pelantikan Pengurus PWI Bangka Tengah
LSM FAKTA Bongkar Dugaan “Proyek Siluman” BWS Babel: Papan Informasi Tak Terpasang, Lumpur Kerukan Dipersoalkan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:19 WIB

Penyidik Polda Babel Perlu Menjawab, Bukan Sekadar Menetapkan Tersangka

Sabtu, 12 September 2026 - 18:48 WIB

Guru Natsir Mengaku Pernah Ilegal, Lalu Bagaimana dengan yang Berlindung di Balik Label Legal?

Selasa, 1 September 2026 - 15:41 WIB

TOPAN-RI Tantang Bea Cukai Buka-bukaan Soal Gudang Tuatunu: Dari Jumlah Rokok hingga Status Perkara

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Bukan Sekadar GBT! ALMASTER Desak Tricakti Buka Terang Barang Hasil Pengamanan, Gudang Titindo Kini Disorot

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:35 WIB

Rokok Ilegal Makin Marak di Babel, Benarkah Ada “Koordinasi” di Balik Pembiaran?

Berita Terbaru

Caption: Muhamad Zen Wartawan dan Pemerhati Kebijakan Publik Bangka Belitung

Bangka Belitung

Penyidik Polda Babel Perlu Menjawab, Bukan Sekadar Menetapkan Tersangka

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:19 WIB