PANGKALPINANG | Titahnusa.com — BERBAGAI persoalan yang terjadi belakangan ini di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menuai perhatian publik. Mulai dari dinamika hubungan antara Gubernur dan Wakil Gubernur, polemik tambang rakyat yang belum kunjung tuntas, hingga insiden kebakaran kantor Dinas Perhubungan Provinsi, menjadi rangkaian peristiwa yang memantik keprihatinan, Jum’at (1/5/2026).
Menanggapi hal tersebut, tokoh masyarakat Bangka Belitung, M. Subri yang akrab disapa Bang Ucup, angkat bicara. Ia menilai bahwa berbagai kejadian tersebut perlu menjadi bahan refleksi bersama bagi seluruh elemen masyarakat dan pemangku kebijakan.
“Belakangan ini kita seperti tidak berhenti diuji. Sebelumnya Jembatan Emas yang menjadi kebanggaan kita mengalami insiden, dan sekarang muncul peristiwa kebakaran kantor Dinas Perhubungan.
Ini seharusnya menjadi momentum untuk kita merenung, ada apa sebenarnya dengan Bangka Belitung hari ini,” ujar Subri kepada media ini.
Terkait insiden kebakaran kantor Dinas Perhubungan, Subri meminta agar proses hukum diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Namun demikian, ia juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dan kepemimpinan di lingkungan instansi tersebut.
“Kalau memang ada dugaan keterlibatan oknum internal, tentu itu ranah aparat penegak hukum untuk mengusut secara objektif. Tapi di sisi lain, pemerintah juga perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa setiap pimpinan perangkat daerah memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam aspek administratif, tetapi juga dalam membangun komunikasi dan suasana kerja yang kondusif di internal organisasi.
Lebih lanjut, Subri juga mengajak seluruh pemimpin dan masyarakat Bangka Belitung untuk tidak hanya melihat persoalan ini dari sisi teknis pemerintahan, tetapi juga dari sudut pandang moral dan spiritual.
“Saya mengajak kita semua untuk melakukan sholat taubat berjamaah dan doa bersama. Ini bukan hanya soal peristiwa yang terjadi, tapi bagaimana kita memperbaiki diri, memohon ampun, dan berharap agar negeri ini dijauhkan dari berbagai musibah, baik yang bersifat fisik maupun sosial,” ungkapnya.
Menurutnya, langkah evaluasi, perbaikan komunikasi, serta pendekatan spiritual dapat menjadi bagian penting dalam membangun kembali kepercayaan publik dan menjaga stabilitas daerah.
Di tengah berbagai dinamika yang terjadi, Subri berharap seluruh pihak dapat menahan diri, mengedepankan kebijaksanaan, serta bersama-sama menjaga kondusivitas Bangka Belitung ke depan.
@Zen Adebi














Komentar