“Demokrasi Amplop” Tim Merdeka Sindir Politik Uang di Karnaval HUT RI Pangkalpinang

- Redaksi

Rabu, 3 September 2025 - 13:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

PANGKALPINANG | Titahnusa.com — ADA yang tak biasa dalam Pawai Karnaval Mobil memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Kota Pangkalpinang, Rabu (3/9). Di tengah deretan kendaraan hias yang meriah, sebuah mobil pick up dan tronton mencuri perhatian warga dengan dekorasi yang tak lazim namun penuh makna.

Mobil tersebut menampilkan sebuah amplop raksasa bertuliskan “Demokrasi Amplop”, simbol sindiran tajam terhadap praktik politik uang yang kerap terjadi menjelang pemilu. Tak hanya itu, di atas kendaraan juga terlihat sebuah instalasi menyerupai sosok “Demokrasi” yang sedang terbaring dan diinfus, menggambarkan kondisi demokrasi yang sedang “sakit keras” akibat serangan politik transaksional.

Baca Juga :  TOPAN-RI Tantang Bea Cukai Buka-bukaan Soal Gudang Tuatunu: Dari Jumlah Rokok hingga Status Perkara

Kendaraan ini merupakan bagian dari aksi kreatif Tim Independen Merdeka, yang mengusung tema satire sebagai bentuk kritik terhadap realitas demokrasi lokal. Dalam aksi tersebut, mereka juga membagikan amplop-amplop kecil berisi uang mainan pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu kepada penonton, sebagai simbol sindiran terhadap budaya “serangan fajar” yang masih menjadi momok dalam setiap gelaran pemilihan umum.

“Ini bentuk keprihatinan kami. Demokrasi tidak bisa dibeli. Tapi kenyataannya, setiap pemilu, amplop-amplop itu tetap ‘beredar’,” ujar Ridwan Adnan, Ketua Panitia Tim Karnaval, dengan nada getir.

Aksi ini pun tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi menyentil kenyataan yang masih mengakar. Terlebih, baru-baru ini mencuat kabar bahwa ada salah satu tim sukses pasangan calon kepala daerah di Pangkalpinang tertangkap tangan saat diduga hendak membagikan uang kepada warga. Kasus tersebut kini sedang ditangani oleh Bawaslu Kota Pangkalpinang.

Baca Juga :  Rokok Ilegal Makin Marak di Babel, Benarkah Ada “Koordinasi” di Balik Pembiaran?

Partisipasi Tim Independen Merdeka menjadi pengingat bahwa di tengah gegap gempita perayaan kemerdekaan, masih ada pekerjaan rumah besar dalam menjaga integritas demokrasi. Bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan fisik, tapi juga dari praktik-praktik yang membungkam suara rakyat.

“Merdeka itu bukan soal bebas dari penjajahan saja, tapi juga bebas dari amplop-amplop yang membungkam suara rakyat,” tutup Ridwan@ red.

Follow WhatsApp Channel titahnusa.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Praperadilan Alkes MOT Memanas, Kuasa Hukum: Barang Bukan Hilang, Sedang Diperbaiki
Alkes MOT Rusak karena Gedung Banjir, Vendor Malah Jadi Tersangka? Kuasa Hukum Buka Praperadilan
Praperadilan Korupsi Alkes RSUP Babel Memanas, Kuasa Hukum Hendy: Mengapa Vendor Swasta yang Disasar?
Kasus Sewa Kios Pasar Bergulir, Suprapto Dikabarkan Dipanggil Lagi, Lalu Muzayyin Kapan?
Guru Natsir Mengaku Pernah Ilegal, Lalu Bagaimana dengan yang Berlindung di Balik Label Legal?
Heboh Dugaan Timah Belitung ke Bangka, Adit Bantah Truknya Bawa Biji Timah
Sewa Kios Dibayar, Tapi Masih Tercatat Menunggak, Nama Muzayyin Disorot
BWS Babel Diuji Transparansinya, TitahNusa.com Siapkan Sengketa Informasi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:19 WIB

Praperadilan Alkes MOT Memanas, Kuasa Hukum: Barang Bukan Hilang, Sedang Diperbaiki

Senin, 14 September 2026 - 16:54 WIB

Alkes MOT Rusak karena Gedung Banjir, Vendor Malah Jadi Tersangka? Kuasa Hukum Buka Praperadilan

Senin, 14 September 2026 - 10:25 WIB

Praperadilan Korupsi Alkes RSUP Babel Memanas, Kuasa Hukum Hendy: Mengapa Vendor Swasta yang Disasar?

Minggu, 13 September 2026 - 11:59 WIB

Kasus Sewa Kios Pasar Bergulir, Suprapto Dikabarkan Dipanggil Lagi, Lalu Muzayyin Kapan?

Sabtu, 12 September 2026 - 18:48 WIB

Guru Natsir Mengaku Pernah Ilegal, Lalu Bagaimana dengan yang Berlindung di Balik Label Legal?

Berita Terbaru