PANGKALPINANG | TitahNusa.com — PILKADA ulang Kota Pangkalpinang 2025 mulai memanas. Pasangan calon independen Merdeka mencuri perhatian bukan hanya karena lautan massa di setiap kampanye, tapi juga berbekal “modal awal” yang tak dimiliki pesaing: lebih dari 28 ribu dukungan warga sebelum masa kampanye dimulai.
Dukungan itu bukan hasil kerja mesin partai, melainkan datang langsung dari masyarakat. Ikatan emosional ini terasa saat kampanye di Kecamatan Gabek, Gerunggang, Pangkalbalam, hingga wilayah lain. Sore atau malam, lokasi acara selalu penuh. Jalanan padat, lapangan sesak, dan yel-yel dukungan menggema.

Paslon Merdeka menjadi satu-satunya kandidat tanpa afiliasi partai politik di Pilkada ini. “Jika Merdeka menang, tidak ada hutang budi ke partai. Hutang budi kami hanya pada masyarakat,” tegas calon wakil wali kota Radmida Dawam saat berorasi.
Radmida, mantan Sekda Pangkalpinang selama tujuh tahun, menegaskan integritasnya sebagai modal utama. “Saya tidak pernah terlibat kasus hukum, apalagi korupsi,” ujarnya.
Calon wali kota Eka Mulya Putra, mantan anggota DPRD Babel sekaligus Ketua Rumah Aspirasi Kotak Kosong, dikenal sebagai aktivis vokal. Ia pernah memimpin kemenangan kotak kosong di Pilwako Pangkalpinang sebelumnya.

Paslon Merdeka membawa program yang menyasar kebutuhan dasar warga, seperti:
Beasiswa untuk guru dan siswa berprestasi
Seragam sekolah gratis setiap tahun ajaran baru
Pembebasan PBB untuk warga kurang mampu
Internet gratis ke rumah warga selama lima tahun
1.000 lapangan kerja baru
Kredit usaha untuk pelaku UMKM
Dari 28 ribu dukungan awal, 17 ribu lebih dinyatakan sah oleh KPU setelah verifikasi faktual. Para pendukung percaya, jika semua yang sudah menandatangani dukungan tetap memilih pada 27 Agustus, peluang menang terbuka lebar.
“Kalau semua konsisten, kemenangan bukan mustahil,” kata seorang tokoh masyarakat di sela kampanye.

Fenomena ini membuat Pilkada ulang Pangkalpinang 2025 diprediksi jauh dari sekadar formalitas. Paslon Merdeka kini telah menjelma menjadi simbol kemandirian politik warga Pangkalpinang@ Yolanda.













Komentar