Polisi Dibegal, Warga Takut Menolong: Ketika Empati Dikalahkan Ketakutan Hukum

- Redaksi

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

JAWA BARAT |Titahnusa.com — SEBUAH ironi terjadi di Jalan Inspeksi Kalimalang, Cikarang Utara, Jawa Barat. Seorang anggota polisi menjadi korban pembegalan.

Namun yang mengusik publik bukan hanya aksi kejahatannya, melainkan respons sekitar: warga disebut sempat ragu memberi pertolongan.

Peristiwa ini telah diberitakan secara terbuka dan dapat diakses melalui Google, salah satunya oleh Kelumajang.com. dan wartabanjar.com. Dalam laporan tersebut disebutkan, Briptu AA, anggota Sabhara Polres Metro Bekasi, dibacok dua orang tak dikenal saat melintas dini hari. Sepeda motor korban dirampas, sementara ia tergeletak meminta bantuan.

Masih merujuk pada pemberitaan itu, sebagian warga enggan mendekat. Alasannya bukan semata tidak peduli, melainkan kekhawatiran terhadap risiko keamanan dan potensi persoalan hukum.

Baca Juga :  Kepala UPT Sudah Diperiksa, Kini Bendahara Pasar Pangkalpinang Dikabarkan Menyusul

Peristiwa ini tidak hanya berbicara soal kejahatan jalanan. Ia juga menyentuh sisi psikologis masyarakat, yaitu rasa takut untuk terlibat.

Dalam beberapa peristiwa berbeda di berbagai daerah, terdapat kasus di mana korban atau warga yang melakukan perlawanan terhadap pelaku kejahatan justru harus berhadapan dengan proses hukum ketika pelaku mengalami luka berat atau meninggal dunia. Tanpa mengeneralisasi setiap perkara, fakta bahwa kasus-kasus semacam itu pernah terjadi telah membentuk persepsi sosial yang kuat.

Persepsi itulah yang kini bekerja di ruang publik: membantu bisa dianggap tindakan mulia, tetapi juga dikhawatirkan berujung rumit.

Padahal dalam situasi darurat, kecepatan pertolongan sering kali menentukan keselamatan nyawa. Namun jika warga dihantui kekhawatiran akan konsekuensi hukum, empati bisa berubah menjadi sikap menunggu.

Baca Juga :  Bangkai Kapal Leoton Terbakar, Satpolairud Polres Bangka Barat Bersama Warga Berjibaku Jinakkan Api

Jika aparat penegak hukum saja bisa menjadi korban pembegalan di jalan umum, pertanyaan publik menjadi wajar: di mana rasa aman masyarakat harus diletakkan?

Yang sedang diuji bukan hanya keamanan jalanan, tetapi juga kepercayaan publik terhadap kepastian hukum.

Sebab ketika warga takut menolong karena khawatir terseret perkara, maka yang terkikis bukan sekadar rasa aman melainkan solidaritas sosial itu sendiri@Zen Adebi.

Catatan Redaksi:
Tulisan ini mengutip informasi berdasarkan pemberitaan yang telah terbit dan dapat diakses publik melalui mesin pencari (Google) dengan menyebutkan sumber sesuai dengan kaidah jurnalistik. Pengutipan semacam ini sah sepanjang sumber disebutkan secara jelas.

Follow WhatsApp Channel titahnusa.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala UPT Sudah Diperiksa, Kini Bendahara Pasar Pangkalpinang Dikabarkan Menyusul
Bangkai Kapal Leoton Terbakar, Satpolairud Polres Bangka Barat Bersama Warga Berjibaku Jinakkan Api
KSP Luruskan Aturan Ekspor LTJ, Produk Turunan Mineral Tak Otomatis Dilarang Diekspor
DPRD Babel Soroti Akuntabilitas BUMD, Hasil Audit Berkah Mart Dinanti
DPP PJS Keluarkan Pernyataan Sikap: Tolak Label “Londo Ireng”, Ingatkan Pemerintah Hormati Kebebasan Pers
Kuasa Hukum Toko Mas Gunung Kawi Buka Suara: Dukung Penyelidikan Polda Babel, Bantah Laporan Neli dan Ungkap Versi Soal Kompensasi
Bang Doi, Pimpred Jejaring Media Radak.com Dipanggil Polda Babel, Diduga Terkait Upaya Damai Kasus Susut Kadar Emas
Korban Jiwa Kembali Jatuh di Tambang Laut Sampur, Dugaan Kelalaian K3 Jadi Sorotan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 12:13 WIB

Kepala UPT Sudah Diperiksa, Kini Bendahara Pasar Pangkalpinang Dikabarkan Menyusul

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:12 WIB

Bangkai Kapal Leoton Terbakar, Satpolairud Polres Bangka Barat Bersama Warga Berjibaku Jinakkan Api

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:45 WIB

KSP Luruskan Aturan Ekspor LTJ, Produk Turunan Mineral Tak Otomatis Dilarang Diekspor

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:46 WIB

DPRD Babel Soroti Akuntabilitas BUMD, Hasil Audit Berkah Mart Dinanti

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:09 WIB

DPP PJS Keluarkan Pernyataan Sikap: Tolak Label “Londo Ireng”, Ingatkan Pemerintah Hormati Kebebasan Pers

Berita Terbaru