Puluhan Santriwati Bangka Tertahan di Bandara, Super Air Jet IU 3823 Dipertanyakan: Sudah Check-In, Sudah Dapat Seat, Tapi Dinyatakan “Late”

- Redaksi

Kamis, 2 April 2026 - 13:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

PANGKALPINANG | TitahNusa.com
PERJALANAN 71 santriwati asal Bangka menuju Surabaya dengan transit Jakarta mendadak berubah menjadi polemik serius. Rombongan yang dipimpin M. Farhan Adduha dijadwalkan terbang menggunakan maskapai Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU 3823, Kamis (2/4/2026).

Seluruh santriwati telah menyelesaikan prosedur administrasi sesuai ketentuan. Check-in dilakukan tepat waktu, tiket resmi telah dicetak, dan nomor kursi (seat) telah ditetapkan. Artinya, secara sistem dan administrasi, para penumpang telah sah terdaftar dalam penerbangan tersebut.

Namun saat proses antrean boarding berlangsung, pihak maskapai secara tiba-tiba menyatakan 29 santriwati “late” atau terlambat, sehingga tidak diperkenankan melanjutkan penerbangan.

Keputusan tersebut menimbulkan tanda tanya besar karena:

-41 santriwati lainnya masih berada dalam antrean boarding menuju pesawat.

-Proses boarding belum sepenuhnya selesai.

-Seluruh bagasi rombongan telah lebih dahulu dimasukkan ke dalam pesawat.

Baca Juga :  Guru Natsir Mengaku Pernah Ilegal, Lalu Bagaimana dengan yang Berlindung di Balik Label Legal?

Jika benar dinyatakan terlambat, mengapa sistem tetap meloloskan proses check-in dan pencetakan boarding pass? Mengapa nomor kursi sudah ditetapkan? Dan mengapa sebagian rombongan tetap diperbolehkan terbang?

Inkonsistensi inilah yang memunculkan dugaan adanya kekeliruan serius dalam penerapan standar operasional boarding.

Akibat kejadian tersebut, rombongan mengalami kerugian materil yang ditaksir mencapai Rp 65 juta, belum termasuk kerugian moril dan dampak psikologis terhadap puluhan santriwati yang harus tertinggal dalam situasi yang tidak mereka pahami.

Ketua rombongan, M. Farhan Adduha, menegaskan bahwa seluruh prosedur telah dipenuhi.

“Boarding pass sudah di tangan, seat sudah ada, dan kami berada dalam antrean resmi boarding. Tiba-tiba dinyatakan terlambat. Ini bukan semata soal teknis, ini soal keadilan pelayanan,” tegasnya.

Persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Selain menyangkut pelayanan publik, kejadian ini juga membawa nama baik daerah karena rombongan berasal dari Bangka Belitung.

Baca Juga :  Kuota Timah Dicekik, Belitung Terancam Nol Royalti: LSM FAKTA Sorot Kepmen ESDM 157/2026

Redaksi menilai bahwa Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Hidayat Arsani bersama DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung perlu segera turun tangan. Pemanggilan terhadap pihak maskapai, otoritas bandara, dan pihak terkait lainnya harus dilakukan guna meminta keterangan resmi serta memastikan adanya pertanggungjawaban yang jelas.

Negara tidak boleh abai ketika warganya dirugikan secara nyata, apalagi dalam jumlah besar dan melibatkan puluhan pelajar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Super Air Jet belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut, Redaksi masih melakukan upaya konfirmasi hingga berita ini ditayangkan.

Publik menunggu klarifikasi. Rombongan menunggu keadilan. Dan daerah ini menunggu sikap tegas dari para pemangku kebijakan@Zen Adebi.

Follow WhatsApp Channel titahnusa.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Guru Natsir Mengaku Pernah Ilegal, Lalu Bagaimana dengan yang Berlindung di Balik Label Legal?
Kepala UPT Sudah Diperiksa, Kini Bendahara Pasar Pangkalpinang Dikabarkan Menyusul
TOPAN-RI Tantang Bea Cukai Buka-bukaan Soal Gudang Tuatunu: Dari Jumlah Rokok hingga Status Perkara
Bukan Sekadar GBT! ALMASTER Desak Tricakti Buka Terang Barang Hasil Pengamanan, Gudang Titindo Kini Disorot
Rokok Ilegal Makin Marak di Babel, Benarkah Ada “Koordinasi” di Balik Pembiaran?
RUU Perampasan Aset dan Janji 15 Desember: Saat DPR Mempertaruhkan Marwahnya (Opini)
Ketua PJS Babel Agus Eko Sampaikan Ucapan Selamat atas Pelantikan Pengurus PWI Bangka Tengah
LSM FAKTA Bongkar Dugaan “Proyek Siluman” BWS Babel: Papan Informasi Tak Terpasang, Lumpur Kerukan Dipersoalkan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 18:48 WIB

Guru Natsir Mengaku Pernah Ilegal, Lalu Bagaimana dengan yang Berlindung di Balik Label Legal?

Rabu, 9 September 2026 - 12:13 WIB

Kepala UPT Sudah Diperiksa, Kini Bendahara Pasar Pangkalpinang Dikabarkan Menyusul

Selasa, 1 September 2026 - 15:41 WIB

TOPAN-RI Tantang Bea Cukai Buka-bukaan Soal Gudang Tuatunu: Dari Jumlah Rokok hingga Status Perkara

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Bukan Sekadar GBT! ALMASTER Desak Tricakti Buka Terang Barang Hasil Pengamanan, Gudang Titindo Kini Disorot

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:35 WIB

Rokok Ilegal Makin Marak di Babel, Benarkah Ada “Koordinasi” di Balik Pembiaran?

Berita Terbaru